Ditutup Pekan Depan, Lelang 4 Blok Migas Diminati 12 Perusahaan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

    Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menawarkan empat Wilayah Kerja minyak dan gas bumi (migas) dalam lelang tahap II 2019 yang dibuka pada 8 Mei-31 Juli 2019 mendatang. Sejauh ini, tercatat 12 perusahaan berminat mengikuti lelang blok migas tersebut. 

    Blok migas yang ditawarkan terdiri dari dua WK migas yang tidak mendapatkan pemenang pada lelang tahap I, yakni WK West Ganal dan WK West Kampar, ditambah blok baru WK Kutai dan WK Bone.

    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyatakan hingga Selasa 23 Juli 2019, jumlah perusahaan yang mengakses dokumen lelang WK migas tahap II 2019 berjumlah 12 perusahaan. Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya hanya sembilan perusahaan. "Sudah ada 12 perusahaan yang akses sekarang," katanya, Selasa malam.

    Pemerintah menetapkan waktu lelang WK migas konvensional tahap II tahun 2019 mulai 8 Mei-31 Juli 2019 dan proses klarifikasi mulai 13 Mei-2 Agustus 2019. Pemerintah menutup akses dokumen lelang pada 5 Agustus 2019.

    Arcandra menambahkan pekan depan Kementerian ESDM akan membuka lelang WK migas tahap III 2019. "Insya Allah kalau tidak minggu ini ya minggu depan. Masih dihitung untuk jumlah blok-nya."

    Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan dirinya memimpin tim untuk turun langsung dalam melakukan pendekatan kepada para pelaku usaha.

    Presentasi dilakukan langsung untuk menjelaskan potensi blok migas yang akan ditawarkan dalam lelang tahap III nanti. "Kami sudah ke Mubadala, ke ENI, Kufpec, juga Petronas supaya lebih informatif. Ada diskusi mengenai data dan yang diperlukan bisa kami kasih," katanya.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.