Terminal Baru Bandara Adi Sumarmo Beroperasi Agustus 2019

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menunggu diberangkatan ke Bandara Adi Sumarmo, Solo, usai tergelincirnya Wing Air, Minggu malam 25 Desember 2016. TEMPO/Budi Purwanto

    Penumpang menunggu diberangkatan ke Bandara Adi Sumarmo, Solo, usai tergelincirnya Wing Air, Minggu malam 25 Desember 2016. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Solo-PT Angkasa Pura I saat ini tengah menyelesaikan pembangunan terminal baru di Bandara Adi Sumarmo Solo. Terminal yang terintegrasi dengan kereta bandara itu akan mulai beroperasi awal Agustus 2019.

    "Terminal baru ini memiliki kapasitas layanan penumpang yang lebih besar dibandingkan bandara lama," kata Human Capital & General Affair Section Head Bandara Adi Sumarmo, Dedi Suwastono, Rabu 24 Juli 2019.

    Salah satunya, fasilitas konter untuk check in penumpang jauh lebih banyak dibanding terminal lama. "Di terminal lama hanya 18 konter sedangkan terminal baru mencapai 26 konter," katanya. Penambahan itu diharapkan mampu memangkas antrean pada saat chek in.

    Sedangkan kapasitas ruang tunggu di terminal baru tersebut masih sama dengan terminal lama, sekitar 700 penumpang. "Tentunya terminal baru kami buat kebih nyaman," katanya. Mereka juga menyiapkan dua garbarata sebagai penghubung terminal dengan pesawat terbang.

    Menurut Dedi, pada saat ini pembangunan terminal itu sudah nyaris selesai. "Tinggal penyempurnaan," katanya. Rencananya, terminal baru itu akan diresmikan pada 1 Agustus besok.

    "Terminal baru ini akan kami operasikan sebagai terminal pemberangkatan, baik domestik maupun internasional," katanya. Sedangkan terminal lama akan difungsikan sebagai terminal kedatangan.

    Terminal baru itu juga terintegrasi dengan stasiun kereta api bandara yang pada saat ini juga sudah hampir selesai dikerjakan. Sedangkan pengoperasian kereta bandara masih menunggu pengerjaan jalur rel kereta api. "Kemungkinan selesai pada September besok," katanya.

    Menurut Engineering Architect dari PT Pembangunan Perumahan, Herren WS mengatakan bahwa desain terminal baru tersebut merupakan perpaduan antara tradisional dengan modern. "Sebagai penyelaras dari bangunan terminal lama yang memiliki desain klasik dengan stasiun KA bandara yang berdesain modern," katanya.

    Sentuhan tradisional cukup kental dengan penggunaan motif-motif batik, baik di lantai serta beberapa sudut ruangan. Mereka juga menempatkan asesoris berupa peralatan untuk membuat batik cap dari tembaga.

    Baca berita tentang Bandara lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.