APP Sinar Mas Tambah Investasi untuk Cegah Karhutla Rp 300 Miliar

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah helikopter Super Puma AS332L1 milik Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Forestry bersiap melakukan pengeboman air (water bombing) terhadap hutan dan lahan perkebunan sawit rakyat yang terbakar di Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai, Riau, Senin 25 Februari 2019. APP Sinar Mas Forestry mengerahkan dua unit helikopter Super Puma AS332L1 dan AS332c PK-DAN milik perusahaan itu untuk membantu memadamkan api kebakaran hutan dan lahan perkebunan sawit milik rakyat akibat cuaca panas di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang Dumai dengan cara pengeboman air lewat udara. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    Sebuah helikopter Super Puma AS332L1 milik Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Forestry bersiap melakukan pengeboman air (water bombing) terhadap hutan dan lahan perkebunan sawit rakyat yang terbakar di Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai, Riau, Senin 25 Februari 2019. APP Sinar Mas Forestry mengerahkan dua unit helikopter Super Puma AS332L1 dan AS332c PK-DAN milik perusahaan itu untuk membantu memadamkan api kebakaran hutan dan lahan perkebunan sawit milik rakyat akibat cuaca panas di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang Dumai dengan cara pengeboman air lewat udara. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    TEMPO.CO, Jakarta - Asia Pulp & Paper atau APP Sinar Mas menambahkan investasi Rp 300 miliar untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Angka itu merupakan tambahan untuk tahun ini, melanjutkan investasi yang sudah dilakukan sejak 2014.

    "Tahun ini investasi sebagian besar untuk biaya helikopter dan operasional helikopter," kata Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata di Sinar Mas Tower II, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019.

    Dia menilai penambahan investasi itu perlu dilakukan, karena jika terjadi kebakaran justru biayanya akan lebih besar.

    APP Sinar Mas tahun ini juga memperkuat berbagai fasilitas dari sistem penanggulangan kebakaran hutan terintegrasinya. Langkah itu, kata dia, diambil demi mengantisipasi puncak musim kemarau 2019 yang diprediksi jatuh pada bulan Agustus- September, dan akan lebih kering dari tahun sebelumnya, oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG.

    Sampai dengan 2018, APP Sinar Mas telah mengalokasikan lebih dari Rp 1,3 triliun atau US$ 100 juta dalam berbagai upaya untuk mencapai target zero fire pada tahun 2020.

    Suhendra mengatakan hal ini sejalan dengan komitmen perlindungan hutan APP Sinar Mas yang tertuang dalam Kebijakan Konservasi Hutan atau FCP.

    "APP Sinar Mas bersama seluruh mitra pemasok kami siap mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada di darat, air, dan udara untuk mendukung upaya pemerintah mencapai Indonesia bebas asap, terutama melalui pencegahan dan penanggulangan karhutla di area kami beroperasi," ujarnya.

    Dia yakin dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang kuat antara sektor swasta, pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, TNI-Polri, maupun masyarakat, mampu menjaga hutan Indonesia dari bencana karhutla, khususnya di sepanjang musim kemarau 2019 yang diprediksi lebih kering dibanding tahun sebelumnya.

    Hingga akhir 2018 lalu, perusahaan menurunkan angka kebakaran hutan hingga mendekati target zero fire pada periode berjalan. Saat ini, hanya 0,07 persen dari seluruh area konsesi pemasok APP Sinar Mas yang terdampak api akibat kebakaran.

    Pada kesempatan yang sama, Manajer Teknologi & Data Fire Management APP Sinar Mas Gustaf Rantung mengatakan bahwa strategi utama APP Sinar Mas tersebut terdiri dari empat pilar utama yang mencakup pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respons cepat.

    "Untuk mengantisipasi dan menanggulangi karhutla, hingga tahun 2019 perusahaan telah memiliki lebih dari 3.000 personel regu pemadam kebakaran yang sudah tersertifikasi Manggala Agni. Selain itu, fasilitas lain yang kami miliki adalah 506 pos pantau, 102 menara api, dan lebih dari 1.000 pompa air. APP Sinar Mas juga memiliki 138 truk pemadam kebakaran, 608 kendaraan patroli, dan 10 helikopter water-bombing," kata Gustaf.

    APP Sinar Mas, kata dia, juga memiliki sistem deteksi dini di situation room kami yang mampu mengidentifikasi kebakaran lebih awal. Semua fasilitas tersebut disiagakan untuk menghadapi musim kemarau 2019," kata Gustaf.

    Sementara itu, upaya pelestarian alam dan lingkungan yang dilakukan APP Sinar Mas juga dikombinasikan dengan aspek pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Makmur Peduli Api sejak tahun 2016. Program itu memberikan edukasi pada masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

    Masyarakat didukung untuk mengelola lahan dengan metode agroforestri, yakni bercocok tanam tumpangsari hortikultura (sayur dan buah), tanaman pangan, peternakan, dan perikanan; juga industri kecil-menengah untuk olahan pangan, baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga.

    Program itu juga memberikan pelatihan kewirausahaan dan pelestarian tanaman herbal kepada penduduk perempuan yang tinggal di sekitar area konsesi perusahaan, sehingga mereka dapat mengidentifikasi, melestarikan, dan memanfaatkan berbagai tanaman herbal secara berkelanjutan. Sampai tahun 2018, telah terdapat 527 peserta perempuan dari 51 desa yang telah berpartisipasi dalam pelatihan ini.

    Head of Corporate Social and Security APP Sinar Mas Agung Wiyono menjelaskan bahwa program DMPA juga bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar area konsesi, sehingga mereka bisa mencapai kesejahteraan secara sosial dan ekonomi melalui praktik yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

    "APP Sinar Mas memfasilitasi program tersebut secara keseluruhan, mulai dari penyediaan alat, benih, pendampingan, hingga membantu memasarkan produk. Hingga Juni 2019, APP Sinar Mas melalui program DMPA telah menyalurkan dana Rp 45 miliar ke lebih dari 17.000 kepala keluarga di hampir 300 desa yang tersebar di Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, dan Sumatra Selatan," kata Agung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?