JK Minta CPNS Jangan Anggap Pelaku Usaha Sebagai Musuh

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berbicara dalam acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berbicara dalam acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para calon pegawai negeri sipil (CPNS) agar berpikiran terbuka terhadap para pelaku dunia usaha. Hal ini diungkapkan JK saat menjadi pembicara utama di acara presidential lecture terhadap 6.200 CPNS, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juli 2019. 

    "Hubungan antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha harus terjalin dengan baik. Jangan menganggap mereka adalah musuh anda atau bagian yang berbeda dari tujuan-tujuan kita semua," kata JK.

    JK mengatakan pemerintah mmpunyai kemampuan APBN dan APBD, yang diperoleh dari pajak. Pajak diperoleh dari kemampuan pengusaha untuk bekerja dengan baik.

    "Artinya adalah bahwa penghasilan anda semua sangat tergantung kepada ekonomi bangsa yang dilaksanakan pengusaha dan masyarakat," kata JK.

    Karena itu, bagi PNS yang bertugas di kantor-kantor, JK meminta agar dapat bekerja secara lebih efisien. Mereka harus bisa mempercepat izin, mempercepat administrasi, dan mempercepat proses birokrasi di kantornya masing-masing.

    "Jangan berpinsip seperti saya sampaikan di Medan, kalau bisa diperlembat kenapa dipercepat. Pokoknya harus dipercepat. Itu prinsip yang kita pegang saat ini," kata JK.

    Presidential Lecture yang dihadiri JK merupakan kegiatan yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Kegiatan ini memang sengaja ditujukan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk memperbarui cara bekerja para birokrat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.