Kominfo Larang Sementara Penjualan Kartu SIM Zain ke Jemaah Haji

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah calon haji kloter pertama DKI Jakarta saat melakukan manasik haji di Asrama Haji Embarkasi Jakarta, di Pondok Gede, Jakarta, Sabtu, 6 Juli 2019. Sebanyak 382 jemaah calon haji kloter pertama tersebut melakukan proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, manasik haji dan istirahat di pemondokan asrama haji untuk selanjutnya diberangkatkan pada Minggu, 7 Juli 2019 dini hari. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Jemaah calon haji kloter pertama DKI Jakarta saat melakukan manasik haji di Asrama Haji Embarkasi Jakarta, di Pondok Gede, Jakarta, Sabtu, 6 Juli 2019. Sebanyak 382 jemaah calon haji kloter pertama tersebut melakukan proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, manasik haji dan istirahat di pemondokan asrama haji untuk selanjutnya diberangkatkan pada Minggu, 7 Juli 2019 dini hari. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melarang sementara penjualan kartu SIM asing asal Arab Saudi, Zain Telecom Saudi yang dijual sebagian besar ke jemaah Indonesia. Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kemkominfo RI Ferdinandus Setu di Jakarta, Selasa, menyebut pelarangan sementara waktu demi meminta kejelasan aspek perlindungan konsumen Indonesia.

    "Kementerian Kominfo meminta pihak Zain Telecom Saudi untuk sementara waktu tidak boleh berjualan SIM Card atau kartu perdana di wilayah Indonesia, sampai jelas aspek perlindungan konsumen sebagaimana amanat UU No 8 Tahun 1999 dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya," ujar Ferdinandus.

    Pelarangan sementara itu sehubungan dengan pemberitaan mengenai adanya penjualan SIM Card asing di Tanah Air.

    Ferdinandus menyebut ada sejumlah temuan fakta Direktorat Pengendalian Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo di lokasi penjualan kartu SIM asing di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 17 Juli 2019.

    Pertama, terdapat dua "booth" penjualan Zain Telecom Saudi dengan petugas yang siap melayani pelanggan, yang menyediakan paket kuota paket haji dan umrah senilai Rp 150.000.

    Registrasi kartu SIM baru dapat dilakukan setelah berada di Arab Saudi dengan mendatangi "booth" Zain Telecom di Bandara dan hotel penginapan haji Indonesia.

    Direktorat Pengendalian Ditjen PPI juga menemukan fakta penjualan kartu SIM Zain selain dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede, juga dilakukan di Asrama Haji Lombok Nusa Tenggara Barat, Asrama Haji Donohudan Surakarta, Asrama Haji Sukolilo Surabaya, dan Asrama Haji Makassar Sulawesi Selatan.

    "Kementerian Kominfo RI akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Agama, dan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) untuk memastikan terjaminnya perlindungan konsumen telekomunikasi akibat penjualan kartu SIM Zain tersebut," kata Ferdinandus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.