Luhut: Tesla Bangun Pabrik Bahan Baku Baterai Lithium di Morowali

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, ikut dalam pembangunan pabrik bahan baku baterai lithium di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.

    "Yang di Morowali itu yang masuk CATL (Contemporary Amperex Technologyy), kemudian dia dengan LG, itu yang paling main. Tesla juga gabung dengan situ, tapi berapa banyak saya tidak tahu," kata Luhut di lingkungan Istana Kepresidnenan Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019.

    Sebelumnya Luhut mengatakan bahwa kunjungan kerjanya ke Cina pada awal Juli 2019 membuahkan komitmen investasi baterai lithium di Morowali dengan nilai investasi sebesar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 55,7 triliun. "Saya belum tahu perannya Tesla karena konsorsium mereka yang mengatur," ucapnya.

    Luhut menyatakan bahwa peletakan batu pertama pabrik baterai lihtium tersebut sudah dilakukan di Morowali dengan penanaman modal asing yang sudah masuk sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13,9 triliun.

    "Pasti akan masuklah ramai-ramai karena teknologi CATL ini kan sekarang paling maju, karena mereka sudah, apa istilahnya, level 8 apa begitu. Yang lain baru mau masuk mereka sudah sampai karena penelitian mereka," kata Luhut.

    Pabrik sejenis, menurut Luhut, sedang dinegosiasikan untuk bisa dibangun di daerah Karawang dan Bekasi. "Tapi kita lagi runding bisa tidak bikin industri lithium baterainya itu di daerah Karawang, Bekasi, Purwakarta. Karena tadi mobilnya Hyundai akan kita buat di daerah Karawang, Bekasi, Purwakarta, supaya lebih cepat," ujarnya. "Pikiran praktis saja tapi kita coba nanti kalau mereka mau."

    Lebih jauh Luhut menargetkan pabrik di Morowali tersebut dapat selesai dalam 3 tahun. "Mungkin (selesai) tiga tahun ke depan lah ya. Baterai saya kira 3 tahun ke depan sudah jadi tuh, mungkin lebih cepat. Menurut saya harus terbesar karena kita semuanya dan biaya kita lebih murah karena ujung-ujungnya pada biaya," ucapnya.

    Luhut pun meminta agar sentimen negatif di Morowali dihilangkan karena konsorsium investor pendiiri pabrik baterai lithium di Morowali adalah LG, CATL, Volkswagen, Tesla hingga Mercedes. "Jadi jangan dikira sekarang Morowali itu Cina-Cina saja. Tidak ada urusan Cina itu sekarang, urusan sudah konsorsium," katanya. "Kalau pikiran saya, saya akan dorong mereka seperti Grab. Grab sudah saya bilang kalian harus pindah markas ke Indonesia."

    Terkait penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Kendaraan Bermotor Listrik, Luhut juga mengaku bahwa Perpres tersebut akan segera ditandatangani Presiden Jokowi. "Tadi sudah selesai Perpresnya mungkin hari-hari ke depan ini Presiden tanda tangan, dari kami sudah selesai paraf, Bu Sri Mulyani juga sudah, kemarin saya teleponan dengan bu Sri Mulyani (dia) mengatakan 'saya sudah paraf Pak Luhut, sudah selesai kantor Presiden," ucap Luhut.

    Dalam Perpres tersebut, kata Luhut, pelaku industri mobil listrik bisa mendapatkan beberapa insentif seperti penghapusan atau pengurangan sebagian dari Pajak Penghasilan (PPh), atau disebut tax holiday dan fasilitas pengurangan Penghasilan Kena Pajak (PKP). Bahkan, pemerintah juga bisa membebaskan bea masuk terkait kebutuhan yang diperlukan industri otomotif.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.