Luhut Pandjaitan: Pembebasan Lahan Bandara Kediri Capai 90 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menyambangi Rumah Sakit St Stamford Modern Cancer Hospital di Guabgzhou, Cina, untuk melawat Sutopo Purwo Nugroho pada Ahad, 7 Juli 2019. Luhut bertemu dengan istri Sutopo, Retno Utami, dan kakak ipar Sutopo, Nurzuama. Foto: Dok. Humas Kemenko Maritim

    Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menyambangi Rumah Sakit St Stamford Modern Cancer Hospital di Guabgzhou, Cina, untuk melawat Sutopo Purwo Nugroho pada Ahad, 7 Juli 2019. Luhut bertemu dengan istri Sutopo, Retno Utami, dan kakak ipar Sutopo, Nurzuama. Foto: Dok. Humas Kemenko Maritim

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan mengatakan pembebasan lahan di kawasan calon bandara Kediri telah mencapai 90 persen. Saat ini, tercatat hanya 47 hektare lahan yang belum kelar dibebaskan.

    "Tinggal 10 persen lagi yang belum selesai dari 470 hektare total keseluruhan," kata Luhut saat ditemui di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa petang, 23 Juli 2019.

    Pemerintah, menurut Luhut, berencana mempercepat pembangunan bandara di Kabupaten Kediri ini. Ia mengatakan proses pembangunan akan dilakukan secara paralel.

    Adapun pemerintah telah menerapkan sistem kerja sama dengan badan usaha atau KPBU untuk melancarkan pembangunan. Setelah kelar dibangun, nantinya PT Angkasa Pura I akan menjadi operator bandara.

    Pemerintah tengah berupaya mempercepat pembebasan lahan untuk proyek pembangunan bandara baru di Kediri, Jawa Timur. Pekerjaan pembebasan lahan ini dibahas dalam rapat bersama antara Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Kementerian Perhubungan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, PT Gudang Garam Persero, dan PT Angkasa Pura I Persero, pada Selasa, 23 Juli 2019. 

    Direktur Jenderal Pengadaan Tanah ATR/BPN Arie Yuriwin mengatakan saat ini total lahan yang dibebaskan telah mencapai lebih-kurang 400 hektare. "Lahan sudah siap," kata Arie saat ditemui di kantor Kementerian Bidang Maritim, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juli 2019.

    Bandara Kediri rencananya berdiri di atas lahan seluas 457 hektare. Dengan demikian, hanya tinggal sebagian kecil luas tanah yang belum dibebaskan untuk pembangunan. 

    Adapun pembangunan bandara nantinya akan dikerjakan dalam skema business to business atau b to b. Sementara itu, PT Angkasa Pura I Persero bakal digandeng sebagai operator bandara. 

    Ditemui di tempat yang sama, Direktur Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan pengoperasian bandara akan dilakukan dengan kerja sama operasi atau KSO. Meski demikian, ia masih enggan menggamblangkan detail perkembangan pembangunan bandara tersebut saat ini. "Nanti, kami masih belum masuk," ujarnya pada Selasa siang, 23 Juli 2019.

    Rencana proyek pembangunan bandara di Kediri termaktub dalam program strategis nasional yang menjadi prioritas kerja pemerintah. Bandara ini diharapkan menjadi alternatif lantaran pada 2020, Bandara Internasional Juanda di Surabaya diprediksi telah kelebihan muatan kapasitas atau overload. 

    Menurut desain perencanaan pembangunannya, bandara kediri memerlukan investasi sebesar Rp 10 triliun. Sementara itu, pembangunan bandara digagas oleh PT Gudang Garam Persero. Gudang Garam masih menunggu pembebasan lahan kelar sebelum pembangunan dilaksanakan.

    Baca berita soal Luhut Pandjaitan di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.