Soal Superholding BUMN, Jusuf Kalla: Masih Belum Jelas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan pembentukan superholding BUMN masih menjadi wacana.  "Ya itu masih belum jelas juga karena saya baru baca juga," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019.

    Kalla mengatakan, konsep superholding memang ada. Namun, keputusan untuk merealisasikan pembentukan superholding berada di tangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ia pun kembali menegaskan bahwa konsep tersebut masih berupa wacana.

    Dalam Majalah Tempo yang terbit Senin, 22 Juli 2019, rencana Kementerian BUMN mempercepat pembentukan superholding muncul di tengah kocok ulang calon Menteri BUMN baru. Sebagai kementerian strategis yang mengelola aset Rp 8.207 triliun, pucuk pimpinannya paling banyak diminati. Kursi Menteri BUMN selalu menjadi rebutan, seperti dalam penyusunan Kabinet Kerja jilid pertama. Sejumlah petinggi partai koalisi penyokong Jokowi mengatakan tengah bersiap menyorongkan jagoannya untuk mengganti Menteri BUMN Rini Soemarno.

    Di tengah kasak-kusuk calon menteri pengganti Rini, Kementerian BUMN menargetkan pembentukan superholding selesai dalam dua bulan ini. Sebab, bila tidak, pembahasan akan dilakukan dengan anggota DPR baru hasil Pemilu 2019. Padahal, Kementerian BUMN dan Komisi VI DPR periode saat ini, yang akan berakhir masa jabatannya pada September mendatang, telah beberapa kali merapatkannya. Komisi VI antara lain mengurusi BUMN.

    Bila pembahasan superholding mulus, tidak ada lagi Kementerian BUMN dalam kabinet yang akan datang. Meski Kementerian BUMN kelak dihapus, ada penunjukan sembilan komisaris di superholding.

    Baca berita Jusuf Kalla lainnya di Tempo.co

    FRISKI RIANA | MAJALAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.