BI Nyatakan Masalah Error Bank Mandiri Telah Selesai

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam menghadapi masa mudik Lebaran 1440 H, Bank Mandiri juga memastikan menambah pasokan uang elektronik atau e-Money, selain pasokan uang tunai. (Foto: Shutterstock)

    Dalam menghadapi masa mudik Lebaran 1440 H, Bank Mandiri juga memastikan menambah pasokan uang elektronik atau e-Money, selain pasokan uang tunai. (Foto: Shutterstock)

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia atau BI, Ricky Satria mengungkapkan perkembangan permasalahan terkait error sistem teknologi informasi perbankan Bank Mandiri telah diproses dan sudah selesai.

    "Sudah selesai," kata Ricky saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Juli 2019.

    Dia mengatakan pelaporan terkait error sistem perbankan ini sudah di terima secara informal pada saat kejadian Sabtu, 20 Juli 2019, dan laporan secara resmi diterima ketika hari kerja kemarin."Laporannya sudah lengkap, walaupun saya tidak lihat tapi saya dapat share atas laporan itu," ujar Ricky.

    Kemudian Ricky meminta Bank Mandiri harus sering melakukan uji coba kepada sistem teknologinya agar mengetahui kekurangannya dan dapat memitigasi dengan baik. Dia menambahkan, BI juga akan melakukan evaluasi terkait kejadian yang menimpa bank BUMN tersebut.

    "Kami pasti akan review, agar tidak terjadi lagi keesokan harinya. termasuk mitigasi yang dilakukan," ujar dia.

    Senada dengan Ricky, pada kesemlatan berbeda Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia atau BI Onny Widjanarko bakal mengevaluasi dan meninjau kembali insiden errornya sistem Bank Mandiri. Dia belum mau memastikan apakah akan ada perubahan peraturan menyusul kejadian tersebut.

    "Pertama, masalahnya saat ini kan sudah back to normal, perlindungan konsumen sudah dilakukan. Ke depan tentu ya, saat ini diteliti dan evaluasi untuk improvement dan perbaikan ke depan," ujar Onny dalam pesan singkat, Minggu, 21 Juli 2019

    Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas telah memastikan permasalahan ini telah usai. Karena telah kembali normal sistem layanan perseroan, meliputi Mandiri online, internet banking, SMS banking, ATM dan EDC dan saat ini, jumlah saldo nasabah juga dijamin sudah kembali seperti sediakala.

    "Sudah reda," ujar dia dalam pesan singkat kepada Tempo, Minggu, 21 Juli 2019. 

    Rohan mengatakan proses normalisasi itu membutuhkan waktu cukup lama karena perlu adanya audit secara teknologi informasi untuk mengetahui penyebab dari errornya sistem perbankan Bank Mandiri. Hingga kini, hasil audit itu belum rampung lantaran masih dijalankan secara menyeluruh.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.