Dituding Kirim Bantuan untuk ISIS, ACT Jelaskan Posisi Kerja Sama dengan Bukalapak

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga lansia pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi berada di hunian atau shelter sementara di Kawasan Integrated Community Shelter (ICS) bantuan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 8 Desember 2018. Lembaga kemanusiaan ACT menargetkan pembangunan 5000 unit shelter untuk korban bencana alam di Palu, Donggala, dan Sigi. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Seorang warga lansia pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi berada di hunian atau shelter sementara di Kawasan Integrated Community Shelter (ICS) bantuan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 8 Desember 2018. Lembaga kemanusiaan ACT menargetkan pembangunan 5000 unit shelter untuk korban bencana alam di Palu, Donggala, dan Sigi. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen perusahaan penyalur bantuan Aksi Cepat Tanggap alias ACT menampik tanggapan entitasnya menyalurkan donasi dari Bukalapak untuk membantu kelompok radikal ISIS dan HTI di Suriah. Direktur Komunikasi Lukman Azis Kurniawan mengatakan bantuan dari Bukalapak disalurkan khusus untuk masyarakat pedalaman di Tanah Air.

    "Yang saat ini sedang dikerjasamakan dengan Bukalapak adalah program Tepian Negeri. Program ini membantu masyarakat di perbatasan yang mengalami kondisi kekurangan, kemiskinan," kata Azis saat dihubungi pada Selasa, 23 Juli 2019.

    Menurut Azis, ada 100 daerah binaan yang menjadi tujuan penyaluran bantuan. Seluruhnya berada di Indonesia, semisal di Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi, hingga pulau-pulau kecil seperti Pulau Buru.

    Tudingan soal penyaluran bantuan ke kelompok radikal ini sebelumnya berkembang di media sosial. Kabar burung itu menyebut Bukalapak telah berafiliasi dengan kelompok radikal semacam ISIS dan HTI lantaran menyalurkan donasi melalui ACT.

    Narasi yang berkembang menyebut bahwa Bukalapak melalui ACT diduga telah menyalurkan bantuan ke Kota Allepo, di tengah markas ISIS. ACT dituduh memberikan bantukan kepada sayap kanannya yang mendukung kelompok radikal.

    Menurut Azis, pihaknya sudah pernah mengalami kasus hoaks serupa pada 2 tahun lalu. "Dua tahun lalu pernah dihantam hoaks tapi hasil audit enggak membuktikan hal itu. Hasil audit menyatakan bahwa tidak ada aktivitas penyaluran bantuan pihak berkonflik," ujarnya.

    Ihwal penyaluran bantuan ke Suriah, Azis memastikan ACT hanya memberikan donasi kepada korban dan pengungsi. Penyaluran sengaja tidak dilakukan lewat pemerintah Suriah karena pemerintah terlibat dalam kepentingan dan konflik.

    "Pemerintah Suriah adalah pihak yang masuk ke pihak berkonflik. Jadi kami enggak mungkin kirim bantuan lewat pemerintah," ucapnya.

    Atas penyebaran kabar bohong, ACT belum menimbang bakal mengambil langkah hukum. Menurut Azis, langkah hukum mesti dikomunikasikan dengan pihak Bukalapak sebagai objek yang turut dituding.

    Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono turut memastikan kabar penyaluran bantuan ke kelompok radikal tersebut hoaks. "Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat," ujar Intan melalui pernyataan tertulis dalam pesan pendek, Selasa, 23 Juli 2019.

    Menurut Intan, saat ini Bukalapak hanya bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan yang tersertifikasi oleh pemerintah. Di antaranya Aksi Cepat Tanggap atau ACT, BAZNAS, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Rumah Yatim, dan Kitabisa. Penyaluran donasi dilakukan melalui aplikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.