Waskita Toll: Ada Investor Serius Minati Saham di Tol Trans Jawa

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan yang didominasi pemudik melintas di Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Solo km 437, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    Kendaraan yang didominasi pemudik melintas di Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Solo km 437, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah saham PT Waskita Toll Road pada dua ruas jalan tol Trans Jawa dikabarkan tengah dilirik investor asing. Meski tak menjelaskan secara gamblang, Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road Alex Siwu membenarkan adanya investor yang berminat membeli kepemilikan saham pada dua ruas jalan tol itu 

    "Saat ini ada potential investor yang memiliki niat yang serius membeli kepemilikan Waskita Toll Road di dua ruas Tol Trans Jawa," kata Alex ketika dihubungi Tempo, Selasa 23 Juli 2019.

    Adapun, Alex menjelaskan dua ruas tol Trans Jawa yang sahamnya dimiliki Waskita Toll Road ada di ruas Ruas Tol Solo - Ngawi dan Ngawi - Kertosono. Pada kedua ruas ini, Waskita Toll Road masing-masing memiliki saham kepemilikan sebesar 40 persen.

    Sebelumnya, seperti diberitakan oleh South China Morning Post atau SCMP, dua ruas tol jalan yang dimiliki Waskita Toll Road tengah dilirik dua investor yang berbasis di Hong Kong. Dua investor tersebut tertarik membeli sebanyak 40 persen saham pada ruas tol yang dimiliki Waskita Toll Road.

    SCMP menulis, penjualan saham yang dilakukan Waskita Toll Road itu berkaitan dengan rencana Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang ingin membangun sejumlah infrastruktur. Rencana ini juga sejalan dengan permintaan Jokowi yang ingin meningkatakan konektivitas antar wilayah.

    Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto, seperti dikutip SCMP, mengatakan saat ini perusahaan masih melakukan due diligence atas kesepakatan itu. Due diligence dilakukan untuk menetapkan nilai dari proses pembelian atau investasi tersebut. "Kami berharap kesepakatan ini bisa rampung pada akhir Juli ini," kata Herwidiakto, seperti ditulis SCMP.

    DIAS PRASONGKO | SCMP 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.