Pengumpan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Telan Modal Rp 3,96 T

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN RIni Soemarno menyaksikan Tunnel Walini yang berhasil ditembus saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Selasa, 14 Mei 2019. Proyek ini mencapai babak baru setelah Tunnel Walini berhasil ditembus yang pengerjaannya. ANTARA/M Agung Rajasa

    Menteri BUMN RIni Soemarno menyaksikan Tunnel Walini yang berhasil ditembus saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Selasa, 14 Mei 2019. Proyek ini mencapai babak baru setelah Tunnel Walini berhasil ditembus yang pengerjaannya. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pemerintah Jawa Barat akan membangun jaringan transportasi penghubung atau pengumpan (feeder) dari stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengatakan investasi untuk  menghubungkan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Tegalluar, Kabupaten Bandung, menuju Stasiun Bandung mencapai Rp 3,96 triliun. “Pembiayaan memakai skema Business to Business,” kata dia, di Bandung Senin 22 Juli 2019.

    Menurut Iwa PT Kereta Api Indonesia, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, PT WIKA Realty, dan PT Jabar Moda Transport akan membentuk konsorsium untuk membangun feeder kereta cepat Jakarta-Bandung. Pemerintah Jawa Barat bersama calon pengembang tengah membahas rencana trase, pembentukan perusahaan patungan atau joint-venture,  hingga studi mengenai kawasan hunian terpadu atau Transit Oriented Development (TOD). 

    “Sekarang dalam proses finalisasi bussiness case, atau pra-studi kelayakan. Kalau sudah selesai, akan dilakukan usulan penetapan rencana trase dan pengajuan penetapannya oleh gubernur,” ujar dia.

    Iwa mengatakan, proses tersebut ditargetkan tuntas pada November mendatang. Selanjutnya pengembang bisa menjalankan proses konstruksi. Pemerintah Jawa Barat menargetkan rute feeder Stasiun kereta cepat Tegalluar-Stasiun Bandung selesai pada Mei 2021. “Tepat satu bulan sebelum kereta cepat Jakarta-Bandung selesai, yakni pada Juni 2021,” katanya sembari mengatakan kemajuan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 60 persen.

    Rencananya, kereta pengumpan atau feeder tersebut akan melewati kawasan Stasiun Cimekar. Pengembang akan membangun jalur kereta baru dari Tegallluar menuju Cimekar sepanjang 2,5 kilometer.

    Estimasi jumlah penumpang pengumpan kereta cepat Jakarta-Bandung itu di tahun pertama mencapai 6,63 juta orang dalam setahun. Diperkirakan dalam lima tahun ke depan jumlah penumpang bisa melonjak hingga 18 juta orang per tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.