Bantu Maskapai, Pemerintah Akan Siapkan KEK Penerbangan di Batam

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi perawatan pesawat Garuda Indonesia jenis bombardier di Hanggar 4 GMF, kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 2 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Kondisi perawatan pesawat Garuda Indonesia jenis bombardier di Hanggar 4 GMF, kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 2 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan pemerintah akan menyiapkan insentif lagi untuk maskapai penerbangan. Salah satunya, kata dia, pemerintah akan membikin Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) jasa perawatan pesawat penerbangan.

    Pemerintah saat ini sedang merevisi dua Peraturan Pemerintah soal KEK, yaitu PP penyelenggaran KEK dan PP insentif fiskal dan non fiskal di KEK. "Dua PP itu memungkinkan membuka Kawasan Ekonomi Khusus yang betul-betul bergerak di sektor jasa. Akan ada KEK medical service, kemudian jasa pendidikan. Nah barangkali jasa maintenence pesawat," kata Susiwijono di kantornya, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

    Sehingga, kata dia, pemerintah nantinya bisa membebaskan PPN jasa maintenance pesawat dan sparepart komponen yang digunakan untuk perawatan pesawat. Menurut Susiwijono, hal itu dilakukan dalam rangka melakukan efisiensi dan pengurangan ongkos produksi maskapai.

    Menurut dia, hal itu merupakan langkah pemerintah dan berbagai pihak terkait dalam merencanakan konsep pengembangan industri penerbangan jangka menengah panjang. Susiwijono yakin konsep itu akan rampung dalam satu bulan ini.

    "Jadi tidak hanya bicara insentif fiskal, langsung tidak langsung dengan sektor penerbangan, tapi juga sedang siapkan desain insentif berupa kawasan khusus yang bisa kurangi biaya dan dorong efisiensi di industri penerbangan ini," ujar Susiwijono.

    KEK industri penerbangan itu akan dibangun di Batam, karena di sana Lion Air Grup sudah menyiapkan pusat maintainance pesawat. Lion Air dan Garuda sedang melakukan penjajakan kerja sama soal perawatan pesawat.

    Menurut dia, Lion juga sudah melakukan kontrak selama 35 tahun lebih untuk proyek itu. "Karena mereka PEP, balik modal, ROE-nya itu panjang sehingga kontrak dengan BP Batam kemarin diperpanjang lagi," ujarnya.

    Adapun sebelumnya para pemerintah dan pihak terkait itu, membahas soal diskon tarif pesawat. Hal itu, kata dia merupakan langkah jangka pendek. Saat ini pemerintah sedang membuat langkah jangka panjang untuk industri penerbangan.

    Sebelumnya, Susiwijono menjelaskan diskon harga tiket akan berlaku selama tiga kali dalam sepekan, yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu. Susi mengatakan, dalam sehari, ada 11.626 kursi tiket angkutan udara yang diobral hampir setengah harga.

    "Rinciannya, maskapai Citilink ada total 62 penerbangan per hari untuk Selasa, Kamis, dan Sabtu total kursinya 3.348 kursi. Untuk Lion Group 146 penerbangan per hari dengan total kursi 8.278," ujar Susi di kantor Kemenko Perekonomian, 8 Juli 2019.

    HENDARTYO HANGGI | FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.