Luhut Minta Pertamina Tak Monopoli Penjualan Avtur

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan penjualan avtur jangan hanya dijual satu perseroan saja, namun harus ada kompetitor agar terciptanya harga bahan bakar pesawat yang kompetitif. "Kita mau jangan hanya Pertamina. Jangan monopoli, lah," kata Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juli 2019.

    Pada pukul 10.00 WIB, Menteri Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait harga bahan bakar pesawat, avtur, dari PT Pertamina (Persero).

    Namun, Luhut belum bisa menjelaskan tentang hasil rapat dengan perusahaan pelat merah itu terkait formulasi harga avtur. Dia hanya menjelaskan proses evaluasi komposisi harga masih berlangsung.

    Sebelumnya, CEO Grup AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan berharap pemerintah meninjau kembali harga jual avtur yang saat ini dinilai masih terlalu mahal. Dia menyebut harga avtur di Indonesia bahkan lebih mahal dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

    “Ini bukan hoaks,” kata Dendy saat ditemui dalam acara peluncuran buku Flying High karya CEO AirAsia Group Berhad Tony Fernandes di Plaza Senayan, Kamis, 4 Juli 2019.

    Tak hanya itu, Dendy menyebut harga avtur di Denpasar, Bali pun bisa lebih mahal 15 sampai 20 persen dibandingkan harga di Jakarta. Ia memahami bahwa Pertamina harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendistribusikan avtur mereka.

    Dendy juga memahami meski harga avtur di Indonesia dijual dalam harga rupiah, tapi komponennya tetap berasal dari harga minyak dunia yang dijual dalam dolar Amerika Serikat.

    Dikutip dari laman aviation Pertamina tercatat harga avtur di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang sebesar Rp 7.970 per liter, sedangkan harga avtur di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar pada Rp 9.000 per liter. Sementara harga avtur di Bandara Kualanamu, Medan  Rp 9.270 per liter, Bandara Internasional Lombok  Rp 9.970 per liter, dan termahal berada di Bandara Deo Sorong, Sorong dengan harga Rp 10.970 per liter. Harga avtur tersebut berlaku hingga 31 Juli 2019.

    EKO WAHYUDI | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.