Maskapai yang Tiap Hari Diskon Tiket Pesawat Akan Terima Insentif

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri serta pemilik maskapai penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Pendiri serta pemilik maskapai penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Bos Lion Air, Rusdi Kirana mengungkapkan bahwa Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memiliki ide agar penerapan diskon tarif maskapai terjadi dari setiap hari. Semula, tarif tiket pesawat diskon ini hanya berlaku untuk jadwal penerbangan Selasa, Kamis, dan Sabtu.

    Atas ide itu, kata Rusdi, pemerintah menjanjikan sejumlah insentif. "Contoh misalnya akan dibangun bengkel-bengkel banyak di Indonesia," kata Rusdi di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Senin, 22 Juli 2019.

    Hal itu, kata dia, akan membuat maskapai, khususnya Lion Air, tidak perlu mengirim suku cadangnya ke luar negeri terlebih dahulu jika ada kerusakan. Salah satu suku cadang itu, kata dia, adalah ban. Menurut dia, nantinya akan dibangun tempat perakitan ban di Indonesia.

    "Dengan begitu enggak perlu kirim ke luar negeri, itu akan mengurangi cost. Biaya perbaikannya ga terlalu masalah, masalah kami adalah kami harus stocknya ditinggiin karena keluar negeri, dengan dibangun di sini berarti cost of money-nya berkurang," ujar Rusdi.

    Hal itu, menurut dia, nantinya juga akan berdampak pada pembelian karet dalam negeri dari para petani. "Karena itu kan sekian juta kilogram dipakai. Termasuk suku cadang lain seperti composite, avionik sehingga banyak orang diberikan insentif," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.