Indonesia Kini Punya Pusat Promosi Perdagangan di Cina

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, melihat daging yang dijual saat meninjau Bazar Ramadan Kemendag di Jakarta, Senin, 27 Mei 2019. Pada bazar tersebut, Kemendag menggandeng 24 pelaku usaha pangan, 10 pengusaha pangan olahan, 7 pelaku usaha ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dan 20 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, melihat daging yang dijual saat meninjau Bazar Ramadan Kemendag di Jakarta, Senin, 27 Mei 2019. Pada bazar tersebut, Kemendag menggandeng 24 pelaku usaha pangan, 10 pengusaha pangan olahan, 7 pelaku usaha ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dan 20 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita meresmikan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di Gedung Shanghai Mart lantai 10, Shanghai, Cina. Pusat promosi perdagangan ini adalah yang pertama dimiliki Indonesia di negara tirai bambu. 

    “ITPC Shanghai siap melayani para pelaku bisnis yang ada di Cina, satu hari 24 jam, tujuh hari seminggu, tidak ada libur,” kata Mendag Enggar saat memberikan sambutannya menjelang peresmian ruang pameran dan kantor ITPC Shanghai, di Shanghai, China, Senin 22 Juli 2019.

    Mendag menyampaikan, keberadaan ITPC di Cina sangat penting mengingat saat ini ITPC bukan sekedar lembaga pemerintah, melainkan juga sebagai agen promosi bisnis dan produk-produk asal tanah air. “ITPC sebagai marketing intelligent, wadah pengembangan bisnis yang mampu menampung berbagai hal,” ujar Enggar.

    Pada kesempatan tersebut, Enggar meminta agar ITPC Shanghai mengamati betul kebutuhan produk di pasar China, sekaligus menginventarisir persoalan yang dihadapi oleh para pelaku usaha. “Jika ada persoalan juga perlu dikomunimasikan dengan kami di Jakarta, agar bisa segera diselesaikan dalam rangka peningkatan ekspor kita,” ungkapnya.

    Menurut Enggar,  Cina adalah mitra dagang penting bagi Indonesia, di mana beberapa produk asal Indonesia diterima dengan baik di negeri panda. Adapun produk-produk tersebut yakni sarang burung walet, batu bara dan minyak sawit atau crude palm oil (CPO).

    Mendag menambahkan, ITPC di Shanghai dan berbagai negara lainnya bukan hanya milik Kementerian Perdagangan. Dengan demikian kementerian atau lembaga lain dapat memanfaatkan ruang pameran produk Indonesia tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?