Rusdi Kirana Akui Tiket Lion Air Belum Turun 50 Persen dari TBA

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri serta pemilik maskapai penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Pendiri serta pemilik maskapai penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri serta pemilik maskapai penerbangan Lion Air Rusdi Kirana mengakui maskapai itu belum menurunkan tarif penerbangan hingga 50 persen dari tarif batas atas sesuai kesepakatan rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya. Menurut Rusdi, maskapai berlogo singa merah itu baru akan menurunkan tarif penerbangan 50 persen dari TBA pada pekan ini.

    "Memang kami mintanya Rabu ini kan," kata Rusdi di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

    Menurut dia, pada Rabu nanti, Lion akan menurunkan tarif 50 persen dari TBA untuk 30 persen total penerbangan. Kendati begitu, Rusdi mengklaim Lion Air sudah menurunkan tarif, meski tidak sesuai dengan keputusan rapat sebelumnya.

    Pembahasan diskon tiket pesawat sebelumnya digodok dalam rapat bersama antara Kemenko Perekonomian, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian BUMN, dan sejumlah stakeholder yang berfokus di bisnis aviasi. Rapat ini digelar hingga Senin petang, 8 Juli 2019.

    Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menjelaskan diskon harga tiket akan berlaku selama tiga kali dalam sepekan, yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu. Susiwijono mengatakan, dalam sehari, ada 11.626 kursi tiket angkutan udara yang diobral hampir setengah harga.

    "Rinciannya, maskapai Citilink ada total 62 penerbangan per hari untuk Selasa, Kamis, dan Sabtu total kursinya 3.348 kursi. Untuk Lion Group 146 penerbangan per hari dengan total kursi 8.278," ujar Susiwijono di kantor Kemenko Perekonomian, 8 Juli 2019.

    Jumlah itu setara dengan 30 persen dari total kursi yang tersedia. Susiwijono mengimbuhkan, tiket murah ini akan disediakan untuk jam-jam penerbangan tertentu. Di antaranya untuk keberangkatan pukul 10.00 hingga 14.00 alias pada happy hour.

    Ia menjelaskan, pada jam-jam itu, harga tiket maskapai akan dipatok 50 persen dari tarif atas atas atau TBA. Adapun sebelum diskon, maskapai Citilink mematok harga 85 persen dari TBA. Sedangkan Lion Air mematok 75 persen dari TBA.

    Susiwijono mengatakan detail teknis penjualan tiket murah ini telah disepakati oleh Garuda Indonesia Group, Lion Air Group, Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, dan AirNav. Ia memastikan, penyediaan tiket murah ini bakal berlalu mulai 11 Juli 2019.

    HENDARTYO HANGGI | FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.