Darmin Nasution Cerita Soal Pembangunan Infrastruktur

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam acara Dies Natalis ke-11 Program Vokasi Universitas Indonesia, Depok, Senin, 22 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam acara Dies Natalis ke-11 Program Vokasi Universitas Indonesia, Depok, Senin, 22 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Depok- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memiliki perbedaan utama dengan pemerintahan presiden sebelumnya. Menurut dia, pemerintahan Jokowi lebih mengutamakan penawaran dengan membangun infrastruktur untuk menggerakkan perekonomian.
     
    "Oleh karena itu program-program besar dimulai dengan infrastruktur, dimulai dengan persoalan pertanahan," ujar Darmin ketika menyampaikan keynote speech dalam acara Dies Natalis Ke-11 Program Vokasi Universitas Indonesia, Depok, Senin, 22 Juli 2019.

    Pada 14 Juli lalu, Presiden terpilih Jokowi menyampaikan pidatonya dalam acara Visi Indonesia. Visi tersebut berisi visi pemerintahannya bersama Ma'ruf Amin di periode ke depan.

     
    Jokowi mengatakan akan meneruskan membangun infrastruktur. Menurut Jokowi, infrastruktur-infrastruktur besar seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara, akan dihubungkan dengan pusat-pusat perekonomian, seperti pusat produksi masyarakat, kawasan ekonomi khusus, industri kecil, dan pariwisata.

    Dia juga berjanji bakal memastikan infrastruktur-infrastruktur besar dengan persawahan, perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.

    Mantan Wali Kota Solo ini memastikan bahwa dalam lima tahun ke depan program pembangunan infrastruktur masih akan terus berlanjut. Ke depan, pembangunan bakal dipercepat untuk menyambungkan masing-masing infrastruktur yang telah dibangun agar terkoneksi.

    IRSYAN HASYIM 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.