Pasca BI Rate Turun, Penjualan Rumah di Bawah Rp 1 M Bakal Naik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menabung untuk memiliki rumah (Pixabay.com)

    Ilustrasi menabung untuk memiliki rumah (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Marketing Director Paramount Land Alvin Andronicus memprediksi prospek penjualan rumah di bawah Rp 1 miliar pada semester kedua tahun ini makin membaik antara lain disebabkan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia.

    Penurunan BI Rate ke 5,75 basis poin mendorong uang yang diparkir di berbagai sektor kembali masuk ke dalam pasar yang mengindikasikan pergerakan pasar yang makin positif. "Ini indikasi bahwa pasar mulai kembali kepada pangsa yang cocok," tutur Alvin kepada Bisnis, Minggu, 21 Juli 2019.

    Kamis lalu, BI menurunkan suku bunga acuan BI 7DDR sebesar 25 bps dari 6 persen menjadi 5,75 persen. Keputusan BI untuk menurunkan BI rate ini dalam rangka mendorong momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang sudah mulai terkendali. Dengan penurunan suku bunga acuan yang lebih besar maka bank akan lebih cepat untuk menurunkan bunga kredit.

    Menurut Alvin, penurunan BI Rate mendorong para pemilik 'uang parkir' yang nantinya lebih memilih untuk berinvestasi pada sektor riil dengan capital gain yang jauh lebih baik. Hal ini menjadi potensi besar untuk properti karena ekonomi sudah kembali bergerak dan suhu politik mendingin.

    Alvin menuturkan bahwa peluang yang paling terbuka yakni kenaikan permintaan hunian di bawah Rp 1 miliar yang banyak dilirik pasar. Rumah compact yang  fungsional akan menjadi incaran paling banyak dicari oleh pasar di bawah Rp 1 miliar.

    Kesempatan yang potensial ini, lanjut Alvin, perlu diperhatikan para pengembang. Dengan banyaknya bunga yang diturunkan, memberi stimulus pasar untuk merambah ke angsuran jangka panjang.

    "Dengan stimulus BI Rate yang turun, akan banyak permintaan dengan skema pembayaran jangka panjang," ujarnya.

    Namun, Alvin memperkirakan pada semester kedua tahun ini, pengembang tidak akan menaikkan harga karena permintaan dan pasokan yang belum berimbang. Dengan adanya permintaan yang bergerak, maka pasokan akan mulai masuk sehingga tidak akan terjadi kelebihan pasokan dalam waktu dekat.

    Selain itu, calon pembeli makin mampu memilih untuk membeli rumah di berbagai segmen baik sebagai end user ataupun rumah sebagai investasi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.