Resmikan Fish Mart, Luhut: Nelayan Tak Lagi Dibodohi Tengkulak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menguasai sekitar 15.600 hektar lahan tambang dan kelapa sawit di Kutai Kartanegara. Luhut juga merupakan inisiator tim Bravo-5. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menguasai sekitar 15.600 hektar lahan tambang dan kelapa sawit di Kutai Kartanegara. Luhut juga merupakan inisiator tim Bravo-5. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kemarin meresmikan Gerai Fish Mart dan Pelepasan Nelayan Melaut pada Pilot Project Program Satu Juta Nelayan Berdaulat atau tempat pelelangan online di TPI Palangpang, Sukabumi, Jawa Barat. Program itu adalah yang pertama di Indonesia.

    Luhut menjelaskan, program satu juta nelayan ini dilaksanakan bukan hanya di Sukabumi saja, melainkan di seluruh Indonesia. "Program diresmikan pertama kali di sini. Jadi memang kita mulai dari Ciwaru, Sukabumi, sini, dan nanti akan dikembangkan ke mana-mana,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 20 Juli 2019.

    Program itu, kata Luhut, merupakan salah satu usaha konsisten pemerintah dalam mengurangi kemiskinan. Terlebih pemerintah melihat potensi laut sangat kaya, yakni US$ 2,5 triliun, sehingga perlu dikelola dengan sangat baik dan maksimal, begitu juga hasil-hasil lautnya.

    Indonesia saat ini dianggap dunia sebagai salah satu negara dengan perkembangan yang paling baik. Presiden Jokowi saat G20 di Osaka mendapat banyak dapat ucapan dari kepala-kepala negara dunia.

    "Arab Saudi malah memberi penghargaan kepada Presiden," ucap Luhut. "Jadi kita ingin program ini selain membantu para nelayan kita supaya mereka lebih baik lagi, juga menjadikan perkembangan Indonesia ke arah yang lebih baik lagi."

    Untuk pelelangan online, Menteri Luhut menjelaskan nantinya para nelayan tidak perlu lagi menggunakan uang sebagai alat transaksi. Karena sekarang mereka bisa memberi tahu hasil panen mereka ke Fish Mart ketika mereka masih berada di laut.

    Pada operasionalisasinya nanti, kata Luhut, para nelayan meskipun masih di laut, tapi Fish Mart sudah tau apa yang para nelayan dapatkan. "Apa hasilnya, sudah ada transaksinya. Nah untuk menunjang ini, kita kerjasama dengan startup pemancar sinyal dari Net1, yang bisa memancarkan dengan jarak sampi 60km ke tengah laut, bisa wifi,” kata dia.

    Luhut menyebutkan, kerja sama dengan Net1 ini nantinya akan membuat nelayan tidak bisa juga dibodohi para tengkulak lagi. Dalam peresmian ini, ada beberapa masukan para nelayan dan dari Bupati Sukabumi, salah satunya mengenai tidak tersedianya cold storage untuk tempat penampungan hasil para nelayan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.