Soal Rekening Nasabah, Bank Mandiri Siapkan Jalur Pengaduan Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas saat memberi keterangan pers soal temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait potensi kerugian negara dalam kasus pembobolan kredit oleh PT Tirta Amarta Bottling Company, di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 21 Mei 2018. TEMPO/Adam Prireza

    Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas saat memberi keterangan pers soal temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait potensi kerugian negara dalam kasus pembobolan kredit oleh PT Tirta Amarta Bottling Company, di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 21 Mei 2018. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rohan Hafas mengimbau nasabah tetap tenang apabila saldo rekeningnya belum kembali akibat gangguan jaringan aduan nasabah bank pelat merah tersebut. Ia juga menjamin bahwa saldo sekitar 10 persen nasabah atau sebanyak 1,5 juta nasabah yang terganggu bakal pulih.

    Bank Mandiri, kata Rohan, tengah melakukan audit investigasi terkait masalah ini. Rohan juga menjamin pihaknya telah memiliki data cadangan untuk berjaga-jaga apabila ada nasabah yang saldo rekeningnya belum pulih.

    "Kami banyak jalur untuk (mengembalikan saldo) itu. Ada customer care, Instagram, email, telepon call centre, atau mau ke kantor cabang. Semua sudah siap melayaninya," kata Rohan dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Sabtu, 20 Juli 2019.

    Secara statistik, menurut Rohan, memang belum pernah ada gangguan yang sama semacam ini sebelumnya. Bank Mandiri baru bisa memprediksi bahwa ada gangguan dari segi hardware ketika melakukan proses perpindahan rutin dari core system ke back up system pada akhir hari.

    Adapun layanan Bank Mandiri telah kembali beroperasi 100 persen pada Sabtu sore, 20 Juli 2019.  Keluhan dari nasabah sebelumnya muncul di sejumlah daerah maupun lewat media sosial.

    Pasca proses normalisasi saldo rekening nasabah, Bank Mandiri memastikan seluruh layanan kembali beroperasi normal. Layanan tersebut meliputi Mandiri online, internet banking, SMS banking, ATM dan EDC.

    Rohan menjelaskan proses normalisasi itu membutuhkan waktu cukup lama karena perlu adanya audit secara teknologi informasi untuk mengetahui penyebab dari errornya sistem perbankan Bank Mandiri.

    Lebih jauh Rohan juga kembali meminta maaf atas apa yang telah terjadi dan mengganggu dari kenyamanan nasabah Bank Mandiri. "Sekali lagi mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini layanan sudah pulih dan kami senantiasa memastikan keamanan rekening nasabah.”

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.