Waskita Berpeluang Menang Tender Jembatan Tol Pertama Kalimantan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara terowongan kembar pada proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu, 8 Mei 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Foto udara terowongan kembar pada proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu, 8 Mei 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat telah membuka tahap prakualifikasi proyek jembatan tol Balikpapan—Penajam Paser Utara. Dari proses tender, PT Waskita Toll Road berpeluang besar memenangi lelang proyek jembatan tol pertama di Kalimantan ini. 

    Berdasarkan pengumuman BPJT yang dikutip Bisnis, Jumat 19 Juli 2019, badan usaha yang berminat untuk ikut lelang jembatatan tol Balikpapan—Penajam Paser Utara memiliki waktu hingga 29 Agustus 2019 untuk melakukan pendaftaran dan mengambil dokumen prakualifikasi. Dokumen tersebut harus diambil oleh direktur utama perusahaan atau pihak yang diberi kuasa oleh direktur utama.

    Adapun penjelasan terkait dokumen prakualifikasi bakal dilakukan pada 30 Juli 2019 di Gedung Bina Marga, Kementerian PUPR, Jakarta Selatan. Proyek jembatan tol Balikpapan—Penajam Paser Utara merupakan proyek prakarsa badan usaha atau unsolicited project.

    PT Tol Teluk Balikpapan, anak usaha Waskita Toll Road menjadi badan usaha yang menjadi pihak pemrakarsa. Artinya, Waskita memiliki hak untuk menyamakan penawaran atau right to match pada pelelangan proyek ini sehingga peluang untuk memenangi lelang amat besar.

    Proyek jembatan tol Balikpapan—Penajam Paser Utara ini memiliki panjang 7,35 kilometer. Adapun nilai investasi pembangunan jembatan mencapai Rp15,53 triliun.

    Kehadiran jembatan tol yang menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paset Utara ini diestimasi memangkas waktu tempuh menjadi sepuluh menit. Saat ini, masyarakat Balikpapan dan Penajam hanya mengandalkan angkutan penyeberangan dengan durasi waktu 30 menit hingga 120 menit.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?