Segera Pensiun Jadi Wapres, Ini Cita-cita JK

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla membeberkan rencananya setelah kelar bertugas sebagai pemimpin negara pada Oktober 2019 nanti. Rencana itu JK ungkapkan di hadapan sejumlah pelaku industri otomotif dalam acara pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019.

    Menurut JK, setelah pensiun dari posisi Wakil Presiden, ia akan mengamati perkembangan dunia industri otomotif. Industri ini, ujar dia, sejatinya sudah ditekuninya sejak lama, bahkan sebelum menjadi wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 dan Joko Widodo pada 2014.

    "Saya sangat gembira tiga bulan lagi akan meletakkan, jabatan berarti kembali ke dunia lama termasuk mengamati industri (otomotif)," ujar JK di ICE BSD Tangerang Selatan, Kamis, 18 Juli 2019.

    JK memuji industri mobil yang kian pesat berkembang. Menurut JK, sejarah industri otomotif di Tanah Air sudah ada sejak masa perang. Saat ini pun, Indonesia sudah mampu mengapalkan completely build up (CBU) atau kendaraan utuh dan tergolong yang terbesar kedua se-Asia Tenggara.

    Meski begitu, JK mengakui ekspor kendaraan Tanah Air masih tertinggal dengan Thailand. JK menyebut, Indonesia terlambat dalam hal menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan mobil di ASEAN. Indonesia juga dinilai kurang agresif meningkatkan mutu.

    Menurut JK, saat ini Indonesia tengah berupaya menggenjot pertumbuhan industri otomotif dengan meningkatkan mutu melalui pemutakhiran teknologi. Misalnya mulai memproduksi mobil listrik. Indonesia menargetkan mulai akan memproduksi dan mengekspor mobil listrik pada 2022. Saat ini pemerintah tengah menggodok regulasinya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.