Sempat Langka, Pertamina Tambah Pasokan Gas Melon ke Wonogiri

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pengisian gas Elpiji tabung 3 kilogram (kg) di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, 21 Mei 2018. Depot LPG milik PT Pertamina (Persero) tersebut mampu mendistribusikan Elpiji 3 kg sebanyak 66.000 tabung per harinya dengan pendistribusian wilayah DKI Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pengisian gas Elpiji tabung 3 kilogram (kg) di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, 21 Mei 2018. Depot LPG milik PT Pertamina (Persero) tersebut mampu mendistribusikan Elpiji 3 kg sebanyak 66.000 tabung per harinya dengan pendistribusian wilayah DKI Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Solo-PT Pertamina (Persero) menambah pasokan gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram ke Wonogiri, Jawa Tengah. Penambahan pasokan dilakukan untuk merespon isu kelangkaan gas melon di daerah tersebut.

    Unit Manager Communication PT Pertamina Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Andar Titi Lestari mengatakan terdapat peningkatan konsumsi elpiji di daerah tersebut. "Sehingga kami menyiapkan tambahan yang bersifat fakultatif," katanya, Rabu 17 Juli 2019.

    Setiap bulan PT Pertamina menyediakan gas elpiji bersubsidi rata-rata 649.040 tabung. Melonjaknya konsumsi membuat Pertamina menambah pasokan emnjadi 689.360 tabung pada bulan ini.

    Menurut Andar, peningkatan konsumsi gas elpiji dipengaruhi oleh musim kemarau. "Banyak petani yang mengalihfungsikan gas elpiji menjadi sumber energi penyedot air," katanya. Kondisi itu membuat gas elpiji menjadi sulit ditemukan di pasaran.

    Andar menyebut bahwa penanganan atas alih fungsi gas elpiji tersebut bukan merupakan kewenangan Pertamina. "Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan," katanya.

    Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, Perdagangan Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widayati mengakui adanya peningkatan konsumsi gas elpiji di Wonogiri. Kondisi itu membuat pihaknya meminta alokasi tambahan kepada Pertamina.

    "Salah satunya karena penggunaan gas elpiji untuk bahan bakar pompa air di sawah," katanya. Petani memilih menggunakan gas elpiji bersubsidi lantaran lebih hemat dibanding menggunakan solar.

    Selain itu masih ada beberapa kondisi lain yang membuat konsumsi elpiji meningkat. "Saat ini banyak masyarakat yang menggelar hajatan," katanya. Berkembangnya usaha kecil di bidang makanan juga membuat konsumsi elpiji melambung.

    Baca berita tentang Pertamina lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.