Genjot Produktifitas, Pemprov Deklarasikan Masyarakat Ekonomi NTT

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencari ikan di perairan Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 6 Desember 2018. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan mancanegara ke Labuan Bajo sebanyak 57.536, sedangkan wisatawan lokal mencapai 76.645. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Warga mencari ikan di perairan Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 6 Desember 2018. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan mancanegara ke Labuan Bajo sebanyak 57.536, sedangkan wisatawan lokal mencapai 76.645. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, KupangPemerintah Provinsi mendeklarasikan masyarakat ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengintegrasikan entitas ekonomi masyarakat yang kini masih timpang di berbagai sektor. 

    "Kami sedang menggodok roadmap pembangunan ekonomi NTT," kata Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama, Lery Rubidara kepada Tempo, Rabu, 17 Juli 2019.
     
    Menurut Lery, deklarasi ini dilakukan karena pembangunan masyarakat dan daerah NTT sebagai suatu entitas ekonomi sejauh ini belum terkoordinasi dan terintegrasi. Walhasil, masih ditemukan ketimpangan, inefisiensi dan rendahnya produktifitas. Deklarasi ini ditandatangani bersama oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat bersama 21 bupati dan Walikota Kupang. 
     
    "Karena itu, diperlukan cara pandang dan sistem kerja yang baru. untuk meningkatkan kerja sana yang menciptakan daya saing dan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan daerah NTT," kata Lery.

    Lery menjelaskan, pembangunan NTT bertumpu pada pariwisata sebagai prime mover yang berbasis masyarakat dengan mengandalkan ring of beauty NTT. Melalui pembangunan “pariwisata estate” dengan penataan 5A (atraksi, aksesibilitas, akomodasi, amenitas, dan awareness) terjalin suatu mata rantai ekonomi baru yang membutuhkan jaringan kerja sama antara sektor pemerintah, swasta dan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi digital.

    Selain itu, meningkatkan keterpaduan antar sektor dan wilayah atas dasar kesamaan produk, pengembangan industri pengolahan melalui kerja sama sistem pasar digital, peningkatan kapasitas produksi dan penjaminan mutu dengan perbankan, BUMD, BUMDes, koperasi, asosiasi, swasta dan konsumen.

    Rantai ekonomi baru itu juga membutuhkan kerja sama pemanfaatan teknologi informasi untuk penguatan kapasitas sumber daya manusia, kelembagaan, pasar dan jejaring kerja sama, serta meningkatkan kesadaran untuk menggunakan produk lokal hasil produksi NTT.

    Untuk mendukung Masyarakat Ekonomi NTT, Lery menyebutkan ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian bersama, yakni pusat data dan informasi stok komoditi bersama NTT  sebagai pusat produksi/industri pengolahan bersama lewat pengembangan startup. 

    Startup tersebut merupakan variasi bisnis ekonomi digital dalam suatu kesatuan E-Market Bersama NTT, pengembangan sistem kerja sama daerah, dukungan regulasi, asosiasi produk unggulan daerah, sumber daya manusia berkualitas, anggaran atau investasi dan sumber daya pendukung lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.