BEI Buka Suspensi Saham Indo Komoditi Korpora Lagi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham PT Indo Komoditi Korpora Tbk hari ini, Rabu 17 Juli 2019 dapat mulai diperdagangkan kembali setelah sempat disuspensi satu hari. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan membuka kembali perdagangan saham emiten berkode INCF ini di pasar reguler dan pasar tunai. 

    Saham INCF sempat disuspensi selama 1 hari seiring terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham emiten berkode INCF ini. 

    “Dalam rangka cooling down, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdgangan saham PT Indo Komoditi Korpora Tbk. (INCF) pada perdagangan tanggal 16 Juli 2019,” tulis BEI dalam pengumuman di laman resminya, Selasa 16 Juli 2019.

    Adapun, suspensi saham INCF dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mepertimbangkan secara matang setiap pengambilan keputusan investasinya.

    Berdasarkan data Bloomberg, saham INCF anjlok dalam 3 hari perdagangan yakni pada 11 Juli-13 Juli 2019. Pada 11 Juli 2019, INCF terkoreksi 64 poin atau 25 persen dari level harga Rp256 ke level Rp192.

    Pada 12 Juli 2019, INCF kembali turun signifikan 67 poin atau -34,9 persen ke level Rp125 per saham. INCF kembali merosot 43 poin atau -34,4 persen ke level Rp82 per saham pada akhir perdagangan 13 Juli 2019.

    INCF telah melorot 88,53 persen dari level harga tertinggi sepanjang tahun berjalan 2019 yakni Rp715 per saham yang terbentuk pada 15 April 2019.

    Dalam rangka cooling down, BEI melakukan suspensi pada perdagangan 16 Juli 2019. Dalam keterbukaan informasi tentang penjelasan atas volatilitas transaksi efek, perseroan menyampaikan belum ada rencana untuk melakukan aksi korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa. Perseroan juga tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan.

     BISNIS

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.