Susi Pudjiastuti Ingin Ada Perda Soal Sampah Plastik

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bermain paddle boat di Pulau Minggo, Anambas, Kepulauan Riau, Selasa, 16 Juli 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bermain paddle boat di Pulau Minggo, Anambas, Kepulauan Riau, Selasa, 16 Juli 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Anambas - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin pemerintah daerah membuat aturan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak sampah plastik. Hal itu dia sampaikan di sela bermain paddle boat di Pulau Minggo, Kepulauan Anambas.

    "Kesadaran masyarakat, peraturan daerah di-encourage oleh pemerintah untuk dibuat, untuk diadakan supaya masyarakat sadar akan plastik sembarangan," kata Susi di Anambas, Kepulauan Riau, Selasa, 16 Juli 2019.

    Susi melihat, sampah plastik juga merupakan persoalan Indonesia, bukan hanya pulau itu saja. "Pantai-pantai yang indah, pulau-pulau cantik persoalannya sampah plastik berserakan di sepanjang pantai," ujarnya.

    Menurut dia, jika ada aturan pemerintah daerah mengenai sampah plastik, masyarakat akan lebih sadar. Ketika mereka ke pantai, sampah yang dibawa akan dikumpulkankembali untuk dibuang ke tempat seharusnya. "Kalau tidak, nanti tidak ada lagi pasir, pantai itu nanti diisi hanya oleh plastik," kata Susi.

    Dengan begitu, potensi perikanan dan pariwisata di daerah akan berhasil dengan ekosistem dan lingkungan yang terjaga."Jadi kami melindungi bukan semata-mata mencari sensasi, tapi konservatif terbatas, di mana masyarakat bisa memanfaatkan tidak dengan merusak danh tentunya turis di mancanegara bisa akan datang," kata Susi.

    Usai menyampaikan hal itu, Susi melanjutkan paddling bersama anaknya. Susi yang sudah terlihat mahir bermain paddle boat, mengajak anaknya ikut di posisi depan papan itu. Dia dan anaknya terlihat riang dan tertawa ketika semakin jauh meninggalkan pantai. Sambil bermain, Susi dan anaknya sesekali bernyanyi.

    "Nenek moyang ku seorang pelaut. Aku pun juga ingin jadi pelaut," dendang Susi Pudjiastuti   bersama anak-anaknya.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.