Sri Mulyani Pastikan Janji Jokowi Ditampung di APBN 2020

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan visi misi dan janji kampanye Presiden Joko Widodo atau Jokowi di periode kedua akan ditampung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020.

    "Tahun 2020 kami akan mendesain APBN untuk mendukung program-program pembangunan di dalam rangka tahun pertama RPJMN 2020-2024. Juga untuk menampung visi misi Presiden terpilih dan juga prioritas dan juga janji kampanye," kata Sri Mulyani di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

    Salah satu janji Jokowi dalam kampanye di Pilpres 2019 adalah membuat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Menurut Sri Mulyani, beasiswa yang dialokasikan ke KIP Kuliah saat ini diperuntukkan sekitar 360 ribu mahasiswa. Nantinya, penerima KIP Kuliah akan ditambah untuk 420 ribu mahasiswa lagi, sehingga totalnya menjadi 780 ribu mahasiswa untuk empat tahun ke depan. "Dengan demikian ada 4 kali lipat jumlah beasiswa untuk KIP Kuliah," ujarnya.

    Pemerintah, kata Sri Mulyani, juga akan mendesain alokasi anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk Kartu Pra Kerja. Penerima kartu ini sekitar 2 juta orang, dengan rincian 1 juta orang yang mengikuti pelatihan digital dan 1 juta penerima yang mengikuti pelatihan reguler. Saat ini, desain program masih dibahas antarmenteri terkait di bawah koordinaator Menteri Koordinator Perekonomian.

    Janji Jokowi lainnya adalah Kartu Sembako. Sri Mulyani mengatakan bahwa program tersebut merupakan desain ulang dari program bantuan pangan non tunai (BPNT). Jumlah alokasinya diperkirakan menjadi Rp 25,7 triliun untuk Rp 15,6 juta keluarga penerima manfaat.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.