Hari Pajak, Fuad Bawazier Hingga Darmin Nasution Dapat Penghargaan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai mencoblos di TPS 20 Pancoran, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai mencoblos di TPS 20 Pancoran, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menggelar berbagai kegiatan dalam memperingati Hari Pajak 2019. Salah satu kegiatan itu adalah pemberian penghargaan kepada 10 tokoh perpajakan di Indonesia, yaitu mantan Direktur Jenderal Pajak mulai periode 1981 hingga 2017.

    "Tahun ini kami memberi penghargaan atas dedikasi kepada bangsa, ada sepuluh tokoh perpajakan, yaitu Direktur Jenderal Pajak periode sebelumnya," ujar Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

    Sepuluh nama yang mendapat penghargaan tersebut antara lain Salamun Alfian Tjakradiwirja, Dirjen Pajak periode 1981-1988, Fuad Bawazier periode 1993-1998, Anshari Ritonga 1998-2000, Mahfud Sidik periode 2000-2001, Hadi Poernomo periode 2001-2006, serta Darmin Nasution periode 2006-2009.

    Selain itu juga Mochammad Tjiptardjo periode 2009-2011, Ahmad Fuad Rahmany periode 2011-2014, Sigit Priyadi Pramudito periode 2015, dan Ken Dwijugiasteadi 2016-2017.

    Robert mengatakan peringatan Hari Pajak tahun ini adalah yang kedua, setelah dicanangkan pertama kali pada tahun lalu. Adapun tema peringatan Hari Pajak tahun ini adalah 'Bersama Dukung Reformasi Perpajakan'. "Artinya semua insan Direktorat Jenderal Pajak mendukung dan berharap dukungan stakeholder," kata dia.

    Menurut Robert, peringatan itu adalah dalam rangka penguatan jati diti organisasi Direktorat Jenderal Pajak, sekaligus untuk mendorong motivasi pengabdian pegawai perpajakan pada Indonesia. Ia pun menuturkan lembaganya bertekad meneruskan refirmasi perpajakan dengan memperbaiki tata kelola fungsi perpajakan.

    "Pelayanan akan semakin mudah, edukasi, pengawasan yang berdasarkan data, serta pemeriksaan dan penegakan hukum yang adil," kata Robert. Salah satu caranya adalah dengan perbaikan faktor pendukung, pengelolaan data, penerapan teknologi informasi, dan pengelolaan sumber daya manusia.

    Baca berita tentang Pajak lainnya di Tempo.co.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.