Jika Jadi Ibu Kota Negara, Kalteng Bangun Peternakan 20 Ribu Sapi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran (kiri) berjalan keluar usai menunaikan shalat tarawih di Masjid Darul Arqam, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa 7 Mei 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran (kiri) berjalan keluar usai menunaikan shalat tarawih di Masjid Darul Arqam, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa 7 Mei 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berencana membangun peternakan sapi dalam skala besar sebagai persiapan bila pemerintah pusat memutuskan Kalimantan Tengah sebagai ibu kota negara.

    "Siapa tahu Kalteng ditunjuk jadi ibu kota kita sudah siap untuk memenuhi daging sapi untuk 10-15 tahun ke depan," ujarnya saat DPP Himpunan Warga Katingan Indonesia di Palangkaraya, Sabtu, 13 Juli 2019.

    Sugianto kemudian membeberkan skema yang hendak dilakukan. Ia ingin ke depannya sapi yang dikembangkan jumlahnya berkisar 10-30 ribu ekor. Luas areal yang dibutuhkan mencapai 10-20 ribu hektare tersebar di Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Palangka Raya.

    "Ini kerja besar dan butuh sinergitas antara provinsi dan kabupaten. Nanti sapinya kita provinsi yang siapkan dan kabupaten menyiapkan areal dan kelengkapanya," kata Sugianto.

    Saat kunjungan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah menyodorkan tiga kabupaten yang dipersiapkan sebagai areal calon ibukota kita mendatang.

    Ketiga kabupaten itu yaitu Gunung Mas, Katingan, dan Kota Palangka Raya dengan luas areal yang sudah dipersiapkan luasnya mencapai 500 ribu ha.

    Menurut Sugianto, selain sebagai tempat peternakan sapi, areal itu bisa dijadikan lokasi agro wisata yang di dalamnya tertanam berbagai buah dan tanaman Kalteng

    "Kita ingin membuat agro wisata seperti Mekar Sari (Bogor) namun yang di Kalteng ini adalah tumbuhan dan buah khas Kalimantan," ujarnya.

    Baca berita Ibu Kota lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.