Kata Luhut Pandjaitan Soal Revisi Pengembangan Blok Masela

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM) Ignasius Jonan telah menandatangani revisi Rencana Pengembangan (PoD) Proyek Minyak dan Gas Blok Masela Kepulauan Tanimbar, Maluku. Menurut Luhut, nilai investasi juga telah disepakati bersama INPEX Corporation dan Shell Upstream Overseas.  "Itu US$ 20 miliar," ujar Luhut di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Senin, 15 Juni 2019. 
     
    Luhut juga mengapresiasi pelibatan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pengembangan Blok Masela. "Bagus (pasca pelibatan KPK) sudah ditandatangani menterinya," ungkap dia.
     
    Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa pihaknya  menyetujui perpanjangan kontrak Blok Masela sampai hingga 2055, dari yang seharusnya berakhir 2028. Perpanjangan kontrak ini diajukan oleh Inpex Corporation bersama Shell Upstream Overseas selaku pemegang Participating Interest.

    "Jadi kan harusnya berakhir di 2028, kemudian ada perubahan yang diinginkan oleh negara. Kemarin juga mereka minta perpanjangan untuk 10 tahun. Kemudian kita hitung-hitung bisa ketemu di 7 tahun, jadi 7 tahun dikompensasi dari segala perubahan-perubahan engenering yang sudah dilakukan kemudian perpanjangan 20 tahun. Jadi sampe tahun 2055," kata Dwi di Kantor Tempo, Jumat, 12 Juli 2019.

    Selanjutnya, proses eksplorasi Blok Masela akan mulai dilakukan pada 2027 dan berakhir 2055. Dwi mengungkapkan, cadangan gas di Blok Masela saat ini sebesar 16,38 TSCF, yang bisa diproduksi dengan kapasitas produksi 9,5 MTPA +150 MMSCFD, serta kumulatif produksi kondensat sebesar 255,28 MMSTB.

    Selanjutnya, proses eksplorasi Blok Masela akan mulai dilakukan pada 2027 dan berakhir 2055. Dwi mengungkapkan, cadangan gas di Blok Masela saat ini sebesar 16,38 TSCF, yang bisa diproduksi dengan kapasitas produksi 9,5 MTPA +150 MMSCFD, serta kumulatif produksi kondensat sebesar 255,28 MMSTB.

    Baca berita soal Luhut Pandjaitan lainnya di Tempo.co

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.