Huawei akan PHK Ratusan Pegawainya di Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Huawei

    Logo Huawei

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah sumber mengatakan Huawei Technologies Ltd merencanakan pemutusan hubungan kerja atau PHK besar-besaran di Amerika Serikat. Hal ini dilakukan setelah perusahaan peralatan telekomunikasi Cina itu masuk daftar hitam di negara Abang Sam.

    BACA: Pendiri Huawei Sebut Kelonggaran Sanksi AS Tidak Berdampak Besar

    PHK tersebut diperkirakan mempengaruhi pekerjaan di cabang riset dan pengembangan Huawei Futurewei Technologies yang berbasis di AS.

    Perusahaan itu mempekerjakan sekitar 850 orang di laboratorium penelitian di seluruh negara itu, menurut media Wall Street Journal seperti dikutip Aljazeera.com, Senin, 15 Juli 2019.

    Satu sumber mengatakan kepada surat kabar itu bahwa PHK bisa mencapai ratusan orang meskipun jumlah yang pasti tidak diberikan. Karyawan asal Cina diberi pilihan untuk pulang atau tinggal bersama perusahaan, menurut sumber lainnya.

    BACA: Trump Izinkan Perusahaan AS Jual Produk ke Huawei, Syaratnya?

    Beberapa karyawan telah diberitahu tentang pemecatan mereka, sementara PHK yang lebih terencana akan segera diumumkan, kata Journal. Akan tetapi Huawei menolak berkomentar soal berita tersebut.

    Setelah Departemen Perdagangan memutuskan untuk menempatkan Huawei pada "daftar entitas", karyawan Futurewei menghadapi pembatasan dalam berkomunikasi dengan rekan-rekan mereka di kantor pusat Huawei di Cina, kata sumber tersebut kepada Journal.

    Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada KTT G20 di Osaka bahwa bahwa dia akan mengizinkan beberapa penjualan teknologi AS ke Huawei. Akan tetapi, perusahaan itu akan tetap berada dalam daftar entitas sampai kesimpulan pembicaraan antara Washington dan Beijing diselesaikan. 

    Pada Selasa, 9 Juli 2019 lalu Menteri Perdagangan  Wilbur Ross mengatakan Pemerintah AS akan mengeluarkan lisensi untuk perusahaan yang ingin menjual barang ke Huawei kalau tidak ada ancaman terhadap keamanan nasional.

    Sedangkan, Chairman Huawei, Howard Liang mengatakan perusahaan belum melihat adanya manfaat dari pencabutan larangan Trump sebagian dan menyerukan Washington untuk menghapus perusahaan dari daftar entitas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.