Konstruksi Tol Balikpapan - Samarinda Ditargetkan Selesai Oktober

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda (MYC) Seksi V rute KM 13-Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, 7 September 2018. Pembangunan ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda bagian dari Proyek Stategis Nasional sepanjang lebih-kurang 99 kilometer yang terbagi dalam lima seksi itu ditargetkan selesai pada April 2019. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Suasana proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda (MYC) Seksi V rute KM 13-Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, 7 September 2018. Pembangunan ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda bagian dari Proyek Stategis Nasional sepanjang lebih-kurang 99 kilometer yang terbagi dalam lima seksi itu ditargetkan selesai pada April 2019. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menargetkan konstruksi proyek jalan tol Balikpapan—Samarinda atau Balsam selesai pada Oktober 2019.

    Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) Mahendra Vijaya menuturkan bahwa pengerjaan proyek jalan tol itu pada seksi 2, 3, dan 4 sedang dikebut. "Jalan tol Balikpapan—Samarinda seksi 2, 3, dan 4 yang telah mencapai progres 94 persen targetnya Oktober tahun ini," tuturnya menjawab pertanyaan Bisnis, pekan lalu.

    Jalan tol Balikpapan—Samarinda jalan bebas hambatan pertama di Pulau Kalimantan yang dibangun sejak November 2016. Pembangunannya terbagi menjadi lima seksi, yaitu seksi 1 ruas Balikpapan—Samboja sepanjang 22,03 kilometer, seksi II ruas Samboja—Muara Jawa sepanjang 30,98 kilometer.

    Kemudian, pada seksi 3 ruas Muara Jawa—Palaran sepanjang 17,50 kilometer, seksi 4 ruas Palaran—Samarinda sepanjang 17,95 kilometer, dan seksi 5 ruas Balikpapan—Sepinggan sepanjang 11,09 kilometer.

    Biaya investasi keseluruhan pembangunan jalan tol ini mencapai Rp 9,97 triliun. Konsesinya dipegang oleh  PT Jasamarga Balikpapan Samarinda.

    Jalan tol Balsam dimiliki konsorsium yang terdiri atas empat perusahaan, di antaranya PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang menjadi pemimpin konsorsium dengan porsi saham 55 persen. Selain Jasa Marga ada PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dan PT Bangu Tjipta Sarana memegang porsi sama rata sebesar 15 persen.

    Danang Parikesit, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), mengatakan bahwa pembangunan jalan tol Balikpapan—Samarinda seksi 1—5 diharapkan dapat dioperasikan pada akhir tahun ini dan memberi keuntungan bagi logistik.

    "Setelah dioperasikannya jalan tol Balikpapan—Samarinda, nantinya tol ini dapat memangkas biaya logistik pendistribusian barang dan jasa yang semakin cepat antardua kota tersebut," ujar Danang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.