Jokowi Bertemu Prabowo, Rupiah Diprediksi Moncer ke Rp 13.970

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kedua kanan) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) melambaikan tangannya saat tiba di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT bersama-sama. ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi (kedua kanan) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) melambaikan tangannya saat tiba di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT bersama-sama. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi pergerakan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal menguat setelah Jokowi bertemu Prabowo Sabtu kemarin. Dia memperkirakan Rupiah akan moncer di kisaran Rp 13.970 hingga Rp 14.000 per dolar AS.

    "Setelah Jokowi bertemu Prabowo, ini akan mendorong stabilitas politik. Ini jadi sentimen positif bagi stabikitas makro ekonomi," kata Bhima saat dihubungi, Ahad, 14 Juli 2019.

    Dengan perkembangan ini, kata dia, pemerintah bisa lebih berfokus untuk mendorong kinerja-kinerja jangka menegah. Kinerja jangka menengah itu misalnya menggenjot ekspor, menarik lebih banyak investasi, menurunkan defisit transaksi berjalan, serta stabilitas Rupiah dan pasar.

    Kendati begitu, menurut Bhima, pasar masih menunggu sinyal dari penurunan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Juga menunggu respons Bank Indonesia apakah akan menurunkan suku bunga acuan atau tidak.

    Selain itu, kata dia, pelaku pasar juga menunggu pengumuman struktur kabinet baru. "Soal partai-partai yang terlibat dan khususnya tim ekonomi ini yang akan lebih berpengaruh," Bhima menambahkan.

    Juga, kata Bhima, terkait kebijakan-kebijakan teknis lima tahun ke depan. Hal itu untuk melihat gambaran bagi investor mengenai sektor apa yang mendapatkan prioritas. "Kalau kita lihat pergerakan pekan depan akan menguat, Rupiah juga kemungkinan akan menguat bisa di bawah Rp 14 ribu," katanya.

    Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebelumnya telah menguat sejak Jumat, 12 Juli 2019. Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR tercatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 14.085.

    Angka tersebut menunjukkan penguatan 4 poin dari nilai sebelumnya yang sebesar Rp 14.089 pada 11 Juli 2019. Sedangkan pada 11 Juli 2019, kurs jual US$ 1 terhadap Rupiah, yaitu Rp 14.155 dan kurs beli Rp 14.015.

    Baca berita-berita tentang Jokowi bertemu Prabowo lainnya di Tempo.co

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?