Jokowi Buka Pameran Karya Kreatif 370 UMKM

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melihat dagangan pelaku UMKM nasabah Mekaar di Lapangan Cepoko, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat, 1 Februari 2019. Jokowi tampak membeli kuping gajah, peyek ikan teri dan kacang, aneka kripik, dan bawang goreng kemasan. ANTARA

    Presiden Jokowi melihat dagangan pelaku UMKM nasabah Mekaar di Lapangan Cepoko, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat, 1 Februari 2019. Jokowi tampak membeli kuping gajah, peyek ikan teri dan kacang, aneka kripik, dan bawang goreng kemasan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka pameran Karya Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat, 12 Juli 2019. Pemeran yang digelar Bank Indonesia itu, menghadirkan 370 usaha mikro kecil dan menengah.

    Baca: Jokowi Ingin Pulau Komodo jadi Wisata Konservasi: Bayarnya Mahal

    "Semua sudah disampaikan oleh bapak Gubernur (Bank Indonesia Perry Warjiyo) dengan ucapkan Bismillahirahmanirohin, KKI yang diselenggarakan BI pagi ini saya nyatakan dibuka," kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Jumat, 12 Juli 2019.

    Di lokasi yang sama, Perry mengatakan pameran itu digelar sebagai perayaan dan apresiasi kepada para UMKM unggulan binaan BI. Menurut dia, setiap tahun pameran KKI tampil beda.

    "Bedanya, satu kami sudah pilih 370 UMKM dari 898 yang best of the best. Produknya unggulan dan pilihan, kualitas produk sangat bagus, tapi jelas harganya harga pengrajin," kata Perry.

    Menurut dia, 370 UMKM itu terdiri dari 120 pengrajin kain dan pakaian, 88 kerajinan seperti tas, 150 makanan jadi yang siap ekspor termasuk kopi dari berbagai daerah. Perbedaan kedua, kata Perry, UMKM tersebut akan go ekspor dan global.

    "Kalau kita sambungkan dengan para desainer dan pencinta kain," kata Perry.

    Perry mengingatkan Iriana Jokowi mengenai seorang pengrajin kain tapis dari Lampung yang tahun lalu dia temui. Kini, kata Perry, pengrajin bernama Sri Mudiarti itu sudah dikembangkan secara pembiayaan dan sudah bisa ekspor.

    Perry mengatakan, saat ini BI memiliki 898 UMKM binaan dari 46 kantor-kantor BI di berbagai daerah. "Kami laporkan dari 898 itu, yang diberikan pembiayaan perbankan sekarang 173 dari 898 sudah diberikan pembiayaan dari perbankan,"ujarnya.

    Tahun ini, kata dia, sudah 91 UMKM yang melakukan ekspor dengan nilainya Rp 1,4 triliun selama satu tahun terakhir. Tapi, kata Perry, UMKM kita tidak hanya sudah ekspor, juga sudah go digital.

    Dia mengatakan para UMKM tidak hanya memasarkan produk melalui Instagram, Twitter, dan Facebook. Mereka juga sudah terhubung dengan platform-platform e-commerce.

    Menurut Perry, sudah ada lebih dari 355 UMKM dengan nilainya lebih dari Rp 35 miliar yang disambungkan dalam go digital. "Ini UMKM kita betul-betul bisa go ekspor dan go digital," ujar Perry.

    Baca berita Jokowi lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.