Kemenhub Siapkan 3 Rancangan Peraturan Menteri untuk Bisnis Feri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang turun dari kapal feri di Pelauhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 21 Desember 2018. PT Asdp Cabang Ketapang memprediksi, puncak arus penumpang yang akan menyeberang dari Jawa ke Pulau Bali pada libur Natal dan Tahun baru 2019, akan terjadi pada 23 desember 2018.  ANTARA

    Penumpang turun dari kapal feri di Pelauhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 21 Desember 2018. PT Asdp Cabang Ketapang memprediksi, puncak arus penumpang yang akan menyeberang dari Jawa ke Pulau Bali pada libur Natal dan Tahun baru 2019, akan terjadi pada 23 desember 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan atau Kemenhub tengah menyusun tiga Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan (RPM) terkait penyelenggaraan angkutan sungai dan danau guna memenuhi kebutuhan dan jaminan kepastian hukum terhadap pebisnis.

    Baca juga: Kemenhub Sebut 2 Bandara Ini Siap Terbangkan Kloter Pertama Haji

    Kepala Bagian Hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Endy Irawan menuturkan sudah ada tiga RPM yang tengah disusun. Ketiganya adalah RPM tentang Penyelenggaraan Angkutan Sungai dan Danau, RPM tentang Pedoman Pemberian Subsidi Angkutan Sungai dan Danau, serta RPM tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Sungai dan Danau. 

    "Jadi ke depannya, kami akan memberikan subsidi kepada pengusaha Angkutan Sungai dan Danau untuk keberlangsungan usaha mereka,” ujar Endy dalam keterangan resmi yang diperoleh Bisnis.com, Kamis, 11 Juli 2019.

    Selain itu, Endy menyatakan skema pemberian subsidi masih perlu didiskusikan. Apabila pengusaha yang berbadan hukum akan lebih mudah untuk melakukan pengawasan dan pemberian subsidi daripada pengusaha perseorangan.

    Dia berharap ketiga RPM ini dapat menjadi pedoman dalam perencanaan, penyelenggaraan, pengawasan, dan penyelenggaraan angkutan sungai dan danau, serta menampung kebutuhan masyarakat yang berlandaskan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, kesetaraan, keterjangkauan, dan keteraturan. 

    "Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan layanan angkutan sungai dan danau yang memadai serta menjangkau semua wilayah, karena penyelenggaraan angkutan sungai dan danau mempunyai peranan penting dalam memperlancar dan meningkatkan perekonomian baik secara regional maupun nasional," katanya.

    Dia menilai pentingnya kesamaan pemahaman dan pandangan atas pelaksanaan dari beberapa RPM ini baik di lingkup instansi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, operator, serta pemangku kepentingan lainnya. 

    Dia menginginkan semua pihak bisa menunaikan kewajibannya menyediakan angkutan sungai dan danau untuk kepentingan masyarakat, terutama di daerah yang banyak wilayah potensial. 

    Baca berita soal Kemenhub lainnya di Tempo.co

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.