Ambruknya Tiang Tol BORR Kecelakaan Kontruksi ke-5 di 2019

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja dan alat berat membersihkan material coran semen di lokasi ambruknya salah satu tiang penyangga proyek pembangunan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA simpang Yasmin-Semplak di jalan raya KH Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 10 Juli 2019. Salah satu tiang penyangga Tol BORR Seksi IIIA tersebut ambruk karena tidak kuat menahan beban adukan semen yang masih basah dan mengakibatkan dua pekerja luka ringan. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Sejumlah pekerja dan alat berat membersihkan material coran semen di lokasi ambruknya salah satu tiang penyangga proyek pembangunan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA simpang Yasmin-Semplak di jalan raya KH Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 10 Juli 2019. Salah satu tiang penyangga Tol BORR Seksi IIIA tersebut ambruk karena tidak kuat menahan beban adukan semen yang masih basah dan mengakibatkan dua pekerja luka ringan. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat ambruknya salah satu tiang pancang yang sedang dalam proses pengecoran pembangunan Tol Bogor Outer Ring Route atau Tol BORR Seksi IIIA di Jalan Soleh Iskandar Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 10 Juli, sebagai kecelakaan konstruksi yang kelima sepanjang tahun 2019.

    Baca: Pasca Ambruk, PT MSJ Minta PP Hentikan Pembangunan Tol BORR

    Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ), Hendro Atmodjo mengatakan, peristiwa runtuhnya pier head atau disebut kepala tiang pancang pada saat proses pengecoran itu terjadi pukul 05.15 WIB, tepatnya di P109 pekerjaan jalan layang di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor.

    "Kejadian ini disebabkan jatuhnya balok penyangga cetakan pier head, pada saat pengecoran. Pada saat pengecoran tumpah di jalan arteri yang di bawahnya," kata Hendro, Kamis, 11 Juli 2019.

    Sebelumnya, kecelakaan kontruksi serupa terjadi pada 17 Juni 2019. Kala itu besi hollow jatuh menimpa kendaraan yang tengah melintas di ruas jalan Transyogi tepat di depan Mall Ciputra, Cibubur di proyek Jakarta Outer Ring Route atau JORR II.

    Selanjutnya, untuk jumlah kecelakaan kontruksi dari tahun 2017 sampai pertengahan 2019 tercatat ada 28 insiden. Kecelakaan terbanyak terjadi pada tahun 2018 dengan 13 kejadian.

    Tahun 2018 sendiri terbagi tiga kategori kecelakaan konstruksi yakni, empat kecelakaan kontruksi minor, lalu delapan kecelakaan konstruksi mayor, dan terakhir tiga kejadian kegagalan bangunan. Sedangkan, untuk sepanjang 2017 sudah terjadi delapan kali kecelakaan kontruksi.

    Pada kegagalan bangunan ini terjadi pada 15 Januari 2018, yaitu ambruknya selasar gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta yang mengakibatkan kurang lebih ada 72 orang terluka. Lalu pada 5 Februari 2018, longsornya turap underpass Jalan Perimeter selatan Bandara Soekarno Hatta yang tidak ada korban jiwa.

    Baca: Kabar Jalan Tol BORR Seksi IIIA Ambruk, Ini Kata Pengelola

    Terakhir insiden kegagalan bangunan ini terjadi pada ambruknya jembatan Widang di Tuban, Jawa Timur, pada 17 April 2018, ini mengakibatkan sejumlah truk dan motor tercebur ke sungai. Lalu juga menyebabkan  dua orang tewas karena terjepit truk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.