Kejar Pertumbuhan Belanja, Sarinah Ubah Gerai Jadi Galeri

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai beraktifitas di salah satu pusat perbelanjaan di Sarinah pasca penyerangan teroris di pos polisi dan sejumlah gedung di Sarinah Thamrin, Jakarta, 15 Januari 2015. Pasca serangan teroris kemarin, kondisi dan aktifitas di Kawasan Sarinah jalan MH Thamrin kembali normal dan kondusif. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Pegawai beraktifitas di salah satu pusat perbelanjaan di Sarinah pasca penyerangan teroris di pos polisi dan sejumlah gedung di Sarinah Thamrin, Jakarta, 15 Januari 2015. Pasca serangan teroris kemarin, kondisi dan aktifitas di Kawasan Sarinah jalan MH Thamrin kembali normal dan kondusif. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah pergeseran tren belanja ke arah digital, manajemen PT Sarinah Persero bergiat mengejar pertumbuhan gerai-gerai offline. Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengatakan saat ini entitasnya tengah memperbarui gerai-gerai offline agar menarik minat konsumen untuk berkunjung. 
     
     
    “Kami akan mencoba mentransformasi dan mengkaji nilai tambah produk di gerai-gerai offline seperti semi galeri agar orang dapat pengalaman kalau datang,” ujar Gusti kala ditemui di kantor Tempo, Jalan Palmerah Barat 8, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.
     
    Gusti mengimbuhkan, pihaknya bakal mengadopsi konsep showroom art gallery. Bersamaan dengan itu, Sarinah bakal memperluas pangsa pasar untuk produk-produknya, yakni tak hanya untuk dewasa, tapi juga remaja dan anak-anak. 
     
     
    Saat ini, tercatat ada 500 gerai offline aktif dari total keseluruhan 1.200 gerai. Gerai-gerai itu menjual produk busana hingga suvenir yang mencerminkan kekayaan Nusantara. Gusti mengklaim produk-produk Sarinah bernilai tinggi dan beda dengan gerai lain lantaran memiliki kualitas premium. 
     
    Semisal produk batik, Gusti memastikan produk yang dijual di Sarinah merupakan batik tulis. Di samping itu, manajemen juga bakal memperluas merek-merek dagang UMKM dan mengenalkannya kepada komunitas batik melalui agenda-agenda yang dihelat rutin. 
     
    “Kami akan perbanyak event,” ucapnya. Tak hanya memaksimalkan gerai yang ada, Sarinah juga akan mengembangkan kios-kios kuliner sebagai tempat nongkrong kawula muda. 
     
    Pengembangan gerai offline ini dilakukan seturut dengan perkembangan platform belanja online yang melonjak signifikan. Gusti mengatakan, pertumbuhan gerai online untuk produk retail entitasnya mencapai 300 persen untuk periode 2018-2019 secara year on year. Pertumbuhan itu didukung pergeseran aksi belanja secara digital.
     
    Gusti menyebut Sarinah masih akan terus mengejar pertumbuhan dari sisi belanja offline. “Kami bagi kuenya antara yang online dan offline,” tuturnya, Pada 2018 hingga 2019, pertumbuhan retail gerai offline Sarinah tercatat 20 persen atau naik dua kali lipat ketimbang tahun  sebelumnya yang stagnan. 
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.