Dukung Pariwisata, Bandara Komodo Disiapkan Menjadi Internasional

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana lengang di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. TEMPO/Rita Nariswari

    Suasana lengang di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. TEMPO/Rita Nariswari

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandar Udara Komodo yang terletak di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur atau NTT, akan ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional.

    BACA: Usai Gempa, Bandara Ternate Beroperasi Normal

    "Peningkatan status bandara di ujung Barat Pulau Flores itu, dalam kerangka mendukung pengembangan sektor pariwisata, dimana setiap hari ada ratusan wisatawan internasional dari berbagai negara masuk ke Labuan Bajo melalui bandara itu," kata Kepala Biro Humas Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, Kamis, 11 Juli 2019.

    Dia mengemukakan hal itu, melalui saluran telepon genggam dari Labuan Bajo, berkaitan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke wilayah itu, dan rencana pembangunan infrastruktur pendukung sektor pariwisata di daerah itu.

    "Pada hari, Rabu, 11 Juli 2019, Bapak Presiden sudah melihat bandara, lalu berdiskusi dengan pejabat-pejabat, terkait dengan pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo dalam rangka menjadikan bandara itu menjadi bandara internasional," katanya menjelaskan.

    BACA: AP I Pastikan Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Ngurah Rai

    Dia menambahkan, dalam tahun ini, fasilitas dasar untuk Bandara Internasional Komodo seperti navigasi, pekerjaan runway dan perbaikan apron sudah selesai dibangun, sehingga mulai 2019 ini juga sudah bisa melayani penerbangan internasional.

    "Kalau sudah menjadi bandara internasional, maka kemungkinan ada penerbangan langsung dari luar negeri ke Bandara Komodo, dan itu akan memberikan kemudahan akses bagi wisatawan," katanya menambahkan.

    Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula  mengatakan, rencana peningkatan status Bandara Komodo menjadi bandara internasional akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo dan Komodo.

    Selain itu, akan memberikan kemudahan akses bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke daerah itu, juga harga tiket bisa lebih murah sehingga kunjungan wisatawan domestik atau nusantara akan meningkat.

    "Kalau wisatawan dari luar negeri harus terbang dulu ke Jakarta atau Bali baru ke Labuan Bajo, tentu lebih mahal, tetapi kalau ada penerbangan langsung pasti lebih murah," katanya.

    Artinya, dengan adanya fasilitas ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak wisatawan datang ke ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, yang merupakan titik gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo (TNK), katanya.

    Baca berita tentang Bandara lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?