Pabrik Mobil Listrik Cina Jajaki Prospek Relokasi ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo (kanan) dan Director of Airport Services & Facility PT Angkasa Pura II (kedua kanan) menyapa penumpang taksi listrik usai peresmian di Terminal 3 Bandara Soekarno, Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 29 Mei 2019. Rencananya, Bluebird dapat mengoperasikan sebanyak 200 mobil listrik hingga 2020 mendatang. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo (kanan) dan Director of Airport Services & Facility PT Angkasa Pura II (kedua kanan) menyapa penumpang taksi listrik usai peresmian di Terminal 3 Bandara Soekarno, Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 29 Mei 2019. Rencananya, Bluebird dapat mengoperasikan sebanyak 200 mobil listrik hingga 2020 mendatang. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pabrikan mobil listrik asal Cina, yakni BYD dan JAC disebut berminat untuk merelokasi bisnis mereka ke Indonesia. Rencana relokasi ini dilakukan menyusul perang dagang antara negeri tirai bambu dengan Amerika Serikat.

    Baca Juga: Kembangkan Mobil Listrik, Toyota Investasi Rp 28,3 T di Indonesia 

    Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin di Jakarta, Rabu malam, menyebutkan minat tersebut terungkap saat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Cina pekan lalu.

    "Mobil listrik mau relokasi, yaitu BYD dan JAC. BYD itu mobil yang kerja sama dengan Bluebird sedangkan JAC itu ukuran kelas mobilnya satu tingkat di bawah BYD, tapi itu besar (juga)," kata Ridwan yang turut mendampingi Luhut dalam kunjungan ke Cina.

    Menurut Ridwan, penjajakan prospek untuk relokasi ke Indonesia itu telah beberapa kali dilakukan. Keduanya, tambah dia, juga sudah masuk ke Indonesia bermitra dengan swasta.

    Namun, Ridwan menuturkan kedua perusahaan Cina itu tidak menyebutkan potensi nilai investasi yang akan ditanamkan di Indonesia. "Mereka tidak mengungkapkan angka tapi sudah menyatakan minat. Syaratnya jelas dan lokasinya ada. Perpres sedang ditunggu," tuturnya.

    Kendati kedua pabrikan belum secara spesifik menyebut daerah tujuan relokasi, menurut Ridwan, Jawa Barat merupakan salah satu pusat industri otomotif yang bisa jadi opsi. "Tapi kalau dia mau mendekatkan sama sumber baterainya bisa juga di luar (Jawa) sana," kata dia.

    BACA: PLN Kirim Power Bank Raksasa untuk Pembangunan IKEA Jakarta

    Pekan lalu, Menko Luhut mengunjungi sejumlah pabrik di hina. Hal itu dilakukan untuk memastikan investasi para pengusaha negeri tirai bambu ke Tanah Air bisa terealisasi dengan baik. Luhut mengunjungi antara lain pabrik baterai mobil listrik, pabrik mobil listrik hingga pabrik pengolah limbah dan bertemu dengan sejumlah pengusaha.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.