Gelar Job Fair, Pemkot Yogya Buka 6.645 Lowongan Kerja

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pencari kerja melihati sejumlah lowongan pekerjaan dalam Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Nasional ke-XVI di Hall C2-C3 JIExpo Arena Pekan Raya,  Kemayoran,  Jakarta, 25 Agustus 2017. TEMPO/Subekti.

    Seorang pencari kerja melihati sejumlah lowongan pekerjaan dalam Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Nasional ke-XVI di Hall C2-C3 JIExpo Arena Pekan Raya, Kemayoran, Jakarta, 25 Agustus 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta menggelar Job Fair 2019 yang dipusatkan di Gedung Auditorium LPP Jalan Urip Sumoharjo, Yogyakarta mulai 10-12 Juli 2019. Sebanyak 48 perusahaan nasional dan internasional menyediakan 6.645 lowongan kerja dalam ajang ini.

    BACA: Asosiasi Dukung Pemerintah Penuhi Kuota Tenaga Kerja di Jepang 

    Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Lucy Irawati mengatakan, tahun ini gelaran job fair lebih semarak dengan peningkatan jumlah lapangan kerja yang tersedia. “Jika tahun lalu ada 2.000 lapangan kerja, maka tahun ini jumlah lowongan yang tersedia meningkat tiga kali lipat menjadi 6.000 lebih lowongan ” ujar Lucy Rabu 10 Juli 2019.

    Adapun lowongan kerja yang tersedia bisa diakses oleh berbagai tamatan tingkat pendidikan yang dibutuhkan. Sebab, lowongan kerja yang tersedia mulai lulusan SD hingga Perguruan Tinggi.

    Catatan Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta tahun 2018, jumlah pencari kerja berdasarkan data pemohon kartu kuning sebesar 1.832 orang. Sedangkan jumlah pengangguran di Kota Yogyakarta pada 2018 tercatat 4.278 orang. Mayoritas lulusan SMA.

    Lucy menuturkan, pada job fair sebelumnya, belum banyak dari lulusan di bawah SMA mendaftar karena keinginannya mencari kerja di perusahaan yang ada di dalam kota. “Untuk itu, pada job fair tahun ini kami juga perbanyak menggandeng perusahaan di dalam kota," ujarnya.

    Lucy menjelaskan, tahun ini pencari kerja di job fair diharuskan mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui aplikasi layanan Jogja Smart Service (JSS). Aplikasi JSS merupakan aplikasi layanan public yang dibuat Pemkot Yogya sejak 2003 silam.

    Aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di platform Google Play Store ini memungkinkan masyarakat dengan satu aplikasi bisa memperoleh berbagai layanan public yang dibutuhkan. Mulai dari penyampaian keluhan, permohonan perizinan, sampai layanan kegawatdaruratan.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Yogyakarta, Tri Hastono, menambahkan  dari aplikasi JSS pencari kerja juga bisa mendapatkan informasi secara mudah dan lengkap tentang profil perusahaan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, serta bidang apa saja yang dibutuhkan. "Makanya mulai tahun ini job fair dilakukan secara online," ujarnya.

    BACA: Jepang Butuh Tenaga Kerja, Menaker Targetkan Kirim 70 Ribu Orang

    Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan Pemerintah Kota Yogyakarta akan berupaya menciptakan lapangan kerja baru dengan memberikan berbagai pelatihan guna menghadapi era digitalisasi, serta menyedikan sarana bagi para pencari kerja untuk dapat mengembangkan potensi pencari kerja.

    Job fair yang digelar Pemkot Yogya ini, ujar Heroe, akan menjadi media untuk memfasilitasi dan memberi kemudahan perusahaan yang mencari calon karyawan baru. Di sisi lain, job fair juga membantu para pencari kerja untuk mendapatkan lowongan kerja yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan yang dimiliki.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.