Alfamart Klarifikasi Pendanaan Bersama Lewat punyabersama.id

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Direksi PT Sumber Alfraria Trijaya Tbk, Solihin, Peter Suryadi, Hans Perwira, Tomin Widian. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    (ki-ka) Direksi PT Sumber Alfraria Trijaya Tbk, Solihin, Peter Suryadi, Hans Perwira, Tomin Widian. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.Co, Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang menaungi toko ritel modern Alfamart mengklarifikasi terkait sistem investasi bersama dari masyarakat lewat platform punyabersama.id. Lewat platform ini, punyabersama.id menyediakan sistem penghimpunan modal dari masyarakat untuk membuka franchise Alfamart.

    Baca juga: 4 Waralaba Asal Indonesia Ini Sudah Go International, Apa Saja?

    “Alfamart tidak atau belum memiliki kerja sama resmi dengan platform punyabersama.id yang menghimpun modal dari masyarakat untuk membuka franchise Alfamart,” kata Corporate Communication GM, PT Sumber Alfaria Trijaya Nur Rachman dalam keterangannya kepada Tempo di Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019.

    Sebelumnya, Chief Marketing Officer punyabersama.id, Arie Rinaldi, menjelaskan platform punyabersama.id memungkinkan seorang investor bergabung bersama investor lainnya dan membiayai sebuah unit usaha seperti Alfamart. Keuntungan bisa diperoleh seperti keuntungan usaha Atau pun Return of Investment (TOI) jika membiayai sebuah saham tertentu. 

    “Untuk mengetahui unit mana saja yang sedang membuka investasi, masyarakat bisa mendaftar terlebih dahulu di laman resmi,” kata Arie saat ditemui dalam ajang International Franchise, Lincense, Business Concept Expo and Conference atau IFRA 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu, 6 Juli 2019.

    Punyabersama.id merupakan sebuah equity crowdfunding berbasis online yang menghubungkan antara investor dan pemilik usaha waralaba atau franchise. Dengan platform tersebut, investasi tak lagi mensyaratkan modal hingga ratusan juta bahkan miliaran.

    Kemudian, punyabersama.id juga menampilkan nilai investasi dan Sebagai contoh yaitu Alfamart di Karawang. Total investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan Alfamart ini adalah Rp 1,74 miliar. Saat ini, Alfamart tersebut telah mendapat pendanaan sebanyak 26 persen atau Rp 453 juta. Total, ada sebanyak 300 slot saham yang dijual untuk investor dengan harga Rp 5,8 juta per slot.

    Artinya, satu investor bisa menaruh modalnya minimum Rp 5,8 juta untuk bisa ikut memiliki Alfamart ini. Punyabersama.id menyatakan proyek Return of Investment (ROI) dari Alfamart ini adalah sekitar 12 hingga 17 persen per tahunnya. Saat ini, sebanyak 84 slot telah terjual sehingga tinggal bersisa 216 slot lagi. Untuk mengetahui lebih lanjut, masyarakat bisa mengakses langsung usaha yang memerlukan investasi di laman punyabersama.id.

    Saat dikonfirmasi ulang, Arie Rinaldi membenarkan punyabersama.id belum memiliki kerja sama resmi dengan Alfamart sebagai perusahaan. Namun kerja sama telah dilakukan di masing-masing wilayah dengan pihak inisiator yang menginginkan pendanaan masyarakat lewat punyabersama.id. Inisiator ini bisa bertindak hanya sebagai pemilik bangunan yang disewa Alfamart, atau pemilik Alfamart itu sendiri yang telah memperoleh hak franchise dari Sumber Alfaria Trijaya.

    Dalam praktiknya, kata Arie, beberapa pemilik hak franchise Alfamart ini tidak bisa lagi menyewa sebuah bangunan karena pemiliknya enggan untuk memperpanjang sewa. Dalam kondisi ini, Arie menyebut pendanaan lewat punyabersama.id bisa dilakukan dengan mengambil alih toko tersebut. “Tapi kalau memang dari pemilik hak franchise Alfamart-nya membatalkan pendanaan, ya kami bisa take down, dan kembalikan uang ke investor,” ujarnya.

    Meski begitu, Rachman menegaskan segala bentuk kerja sama yang menyertakan merek dari Alfamart tetap harus melalui kerja sama langsung dengan perusahaannya. Para pemilik franchise, kata dia, tidak bisa begitu saja menghimpun pendanaan dari masyarakat. “Nanti kalau ada penipuan segala macam, bagaimana?” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.