Stainless Steel RI Diduga Dumping, Ekspor ke India Terancam

Reporter

Editor

Rahma Tri

Pekerja mengecek rangka baja saat pembuatan beton pracetak di fasilitas milik PT Adhi Persada Beton (APB) anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk di Sadang, Purwakarta, Jawa Barat, 29 April 2015. Produk beton precast APB ini selain untuk memenuhi kebutuhan internal proyek-proyek konstruksi ADHI juga menyuplai ke Papua dan ekspor ke Timor Leste. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini pemerintah India sedang menginisiasi penyelidikan terhadap dugaan praktik dumping produk canai lantaian baja stainless steel (nirkarat) Indonesia. Dengan demikian, ekspor produk canai lantaian baja stainless steel Indonesia ke negeri itu terancam.

Baca juga: BPS: Impor Maret 2019 Naik 10,31 Persen Jadi USD 13,49 Miliar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari—Mei 2019, nilai ekspor canai lantaian dari baja nirkarat asal Indonesia menuju India mencapai US$31,83 juta. Nilai tersebut melonjak 285,18% dari periode yang sama pada 2018, yang mencapai US$3,81 juta

Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) Ismail Mandry mengatakan, apabila India menemukan bukti tindakan dumping terhadap produk asal RI tersebut, dan dilanjutkan dengan pengenaan bea masuk antidumping (BMAD), maka laju ekspor komoditas baja nirkarat tersebut akan terganggu.

“Ekspor produk baja nirkarat secara otomatis akan ada gangguan. Namun sayangnya, kami dari IISIA tidak mengetahui secara pasti bagaimana pembentukan harga produk canai lantaian dari baja nirkarat itu, karena perusahaan baja nirkarat yang ada di Indonesia belum bergabung dengan IISIA,” jelasnya kepada Bisnis.com, Selasa9 Juli 2019.

Di sisi lain, Ketua Cluster Flat Product IISIA Purwono Widodo mengaku kesulitan untuk menilai apakah produk baja nirkarat asal Indonesia tersebut benar melakukan tindakan dumping ketika mengekspor ke India.

Baca juga: Restrukturisasi, Krakatau Steel Lepas Sejumlah Unit Kerja

Untuk itu, dia menyerahkan kepada pemerintah terhadap tindakan perlindungan perdagangan yang dilakukan India tersebut. “Sebab, ekspor produk canai lantaian baja nirkarat, mayoritas diproduksi oleh perusahaan asing yang investasi di Indonesia, seperti di Kawasan Industri Morowali yang investornya mayoritas berasal dari China, dan di Gresik yakni Jindal Stainless Indonesia yang justru juga berasal dari India,” ujarnya.

BISNIS






BPS: Neraca Perdagangan Surplus USD 4,23 Miliar, Tren 27 Bulan Berturut-turut

13 jam lalu

BPS: Neraca Perdagangan Surplus USD 4,23 Miliar, Tren 27 Bulan Berturut-turut

Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat neraca perdagangan barang Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$ 4,23 miliar pada Juli 2022.


Ekspor Indonesia Turun jadi USD 25,57 Miliar pada Juli 2022, Ini Sebabnya

14 jam lalu

Ekspor Indonesia Turun jadi USD 25,57 Miliar pada Juli 2022, Ini Sebabnya

BPS mencatat nilai ekspor Indonesia per Juli 2022 sebesar US$ 25,57 miliar atau turun 2,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya.


Jokowi Minta Stok Beras Nasional Cukup untuk Dua Tahun Sebelum Ekspor

1 hari lalu

Jokowi Minta Stok Beras Nasional Cukup untuk Dua Tahun Sebelum Ekspor

Jokowi memerintahkan untuk memastikan dulu kecukupan stok dan kebutuhan beras Nasional bahkan hingga dua tahun ke depan, sebelum memutuskan ekspor.


Zulkifli Hasan Lepas Ekspor Benang Poliester Senilai Rp 5,9 Miliar ke 5 Negara

2 hari lalu

Zulkifli Hasan Lepas Ekspor Benang Poliester Senilai Rp 5,9 Miliar ke 5 Negara

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas ekspor produk tekstil yaitu benang poliester senilai Rp 5,9 miliar ke lima negara tujuan.


Empat Fakta Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

3 hari lalu

Empat Fakta Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Salah satu fakta dari Pertumbuhan Ekonomi Indonesia adalah lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang pertumbuhannya tinggi.


Gandum Diganti Sorgum untuk Mi Instan, Indef: Masalah Lidah Perlu Diperhatikan

3 hari lalu

Gandum Diganti Sorgum untuk Mi Instan, Indef: Masalah Lidah Perlu Diperhatikan

Salah satu yang perlu diperhatikan jika ingin mengganti gandum dengan sorgum adalah soal rasa dan cocok tidaknya dengan lidah orang Indonesia.


DJBC: Perusahaan Penerima Fasilitas Kepabeanan Sumbang 40 Persen Ekspor Nasional

5 hari lalu

DJBC: Perusahaan Penerima Fasilitas Kepabeanan Sumbang 40 Persen Ekspor Nasional

Survei DJBC menyebutkan perusahaan yang berada di kawasan berikat dan penerima fasilitas KITE memberikan kontribusi hampir 40 persen ekspor nasional.


Mendag: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,44 Persen, Salah Satu Tertinggi di Dunia

5 hari lalu

Mendag: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,44 Persen, Salah Satu Tertinggi di Dunia

Zulkifli Hasan mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 5,44 persen merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.


Kemendag: Harga Referensi CPO Turun Hampir 50 Persen

5 hari lalu

Kemendag: Harga Referensi CPO Turun Hampir 50 Persen

Harga referensi produk minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode 9-15 Agustus 2022 adalah US$ 872,27 per metrik ton (MT).


Perusahaan Batu Bara Pilih Ekspor Ketimbang Setor ke PLN, Diduga karena Insentif Tidak Jalan

5 hari lalu

Perusahaan Batu Bara Pilih Ekspor Ketimbang Setor ke PLN, Diduga karena Insentif Tidak Jalan

Mohammad Faisal merespons soal banyaknya perusahaan batu bara yang memilih ekspor ketimbang memenuhi pasokan domestik untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.