Pindahkan Ibu Kota, Indonesia Ingin Belajar dari Brasil

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah) dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin 8 Juli 2019. Pada Sidang Kabinet Paripurna tersebut presiden mengajak para pemangku kepentingan untuk menyelesaikan program kerja yang belum tuntas, menaikkan neraca perdagangan serta meningkatkan investasi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah) dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin 8 Juli 2019. Pada Sidang Kabinet Paripurna tersebut presiden mengajak para pemangku kepentingan untuk menyelesaikan program kerja yang belum tuntas, menaikkan neraca perdagangan serta meningkatkan investasi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Terkait rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta pada 2024, Indonesia ingin belajar dari Brasil. Sebab, negara itu telah berhasil memindahkan ibu kota dari Rio de Janeiro ke Brasilia. 

    BACA: Pemindahan Ibu Kota, Bappenas: Sumbang Pertumbuhan 0,1 Persen

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan bahwa memang memindahkan ibu kota bukan hal baru bagi negara-negara di dunia. Salah satunya adalah Brasil. 

    "Ada banyak persamaan antara Indonesia dan Brasil. Salah satumya soal ekonomi," terang Bambang di Ruang Rapat Benny S Muljana (BSM), Kementerian PPN/Bappenas, Rabu 10 Juli 2019.

    Acara Forum Merdeka Barat (FMB)9 dengan tema "Pindah Ibu Kota Negara: Belajar dari Pengalaman Negara Sahabat" itu mengundang Duta Besar LBBP RI untuk Brasil Sudaryomo Hartosudarmo, dan Duta Besar Brasil untuk Indonesia Rubem Barbosa."Jadi Indonesia bisa belajar seperti Brasil dalam memindahkan ibu kota;" ujar Sudaryomo.

    Menurut Sudaryomo, ada peluang ekonomi besar setelah Brasil memindahkan ibu kota dari Rio de Janeiro menjadi Brasilia. Kondisi ini yang memicu perencanaan dan penataan ibu kota Brasilia dirancang dengan baik.

    Apalagi, Brasil dan Indonesia juga cenderung multietnis. Perbedaannya, kata Sudaryomo, keberagaman di Brasil lebih universal demografinya.

    "Semua bangsa ada di Brasil. Ini mencerminkan keberagaman, ini bisa memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi," tutur Sudaryomo.

    Sudaryomo berharap Indonesia juga bisa seperti Brasil setelah memindahkan ibu kota. Yakni, memunculkan pusat ekonomi dan sentra industri yang baru.

    BISNIS

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?