Whitesky Aviation Lirik Trayek Taksi Helikopter Bandara Kertajati

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejak  pemindahan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara  Bandung (BDO) per 1 Juli 2019 ini, Bandara Internasional Kertajati (KJT) mulai terlihat sibuk.

    Sejak pemindahan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) per 1 Juli 2019 ini, Bandara Internasional Kertajati (KJT) mulai terlihat sibuk.

    TEMPO.CO, Jakarta -Maskapai yang mengoperasikan pesawat bersayap putar Whitesky Aviation tertarik untuk membuka trayek Bandung - Bandara Kertajati di Majalengka Jawa Barat guna menambah aksesibilitas bandara baru itu.

    “Tentu kami berminat, tetapi saat ini kami sedang mencoba mengoptimalkan Heliport Cengkareng. Kami akan lihat, jika memungkinkan tentu ini akan menjadi rute baru Helicity [layanan sewa helikopter milik Whitesky],” kata CEO Whitesky Denon Prawiraatmadja kepada Bisnis, Selasa, 9 Juli 2019.

    Denon mengatakan perlu mempertimbangkan atau membuat riset pasar sebelum membuka rute baru tersebut.

    Dua pertimbangan utama adalah rute penerbangan yang dilayani dari Bandara Kertajati dan jenis layanan maskapai yang beroperasi. Namun, Denon menyatakan kini lebih memilih untuk fokus pada pembangunan proyek Heliport Cengkareng di Kompleks Bandara Soekarno-Hatta.

    Proyek Heliport Cengkareng tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp 78 miliar yang ditargetkan bisa rampung pada akhir 2019. Adapun, total lahan yang akan dikembangkan mencapai 2,8 hektare.

    Heliport tersebut, lanjutnya, bisa menambah alternatif moda transportasi alternatif dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    Dia menambahkan fasilitas yang akan dibangun di antaranya adalah shooting point dengan instalasi lampu untuk mendukung terbang malam, delapan helipad, 10 hanggar khusus helikopter berdaya tampung 50 unit Bell 505 atau setara 20 unit Bell 429 atau Airbus H130, customer lounge, kafe, kawasan perkantoran, hingga fasilitas beserta personel untuk evakuasi medis (helimedic).

    Tahap pertama yang sudah rampung adalah perataan tanah seluas 2,8 hektare hingga batas radar Timur. Area tersebut diperuntukkan pembangunan helipad dan perkantoran sementara.

    Baca berita Bandara Kertajati lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.