Ganjar Pranowo Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk 3 Hal Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. Ganjar juga telah beberapa kali bersaksi di persidangan, baik dalam perkara terdakwa Irman dan Sugiharto, Andi Narogong, maupun Setya Novanto. TEMPO/Imam Sukamto

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. Ganjar juga telah beberapa kali bersaksi di persidangan, baik dalam perkara terdakwa Irman dan Sugiharto, Andi Narogong, maupun Setya Novanto. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Bogor - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta bantuan pemerintah pusat untuk tiga hal, yaitu soal kawasan industri di Kendal, pariwisata di kawasan Borobudur, dan tata ruang di Brebes. Permintaan diajukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

    BACA: PPDB 2019, Ganjar: Ada Pejabat Menekan Saya Agar Anaknya Lolos

    "Kami di daerah mendukung mana yang menjadi potensi kami untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi, dan ini bisa mendukung agregat pertumbuhan ekonomi secara nasional," kata Ganjar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 9 Juli 2019.

    Menurut Ganjar, pemerintah pusat akan memberikan bantuan berupa insentif kepada investor yang ingin masuk ke Jawa Tengah, khususnya di kawasan industri Kendal. Jokowi, kata Ganjar, juga meminta agar perizinan investasi tak bertele-tele.

    BACA: Di Makam, Putra Sutopo BNPB Bisikkan Ini kepada Ganjar Pranowo

    Ganjar menyebut bahwa daerahnya kini sedang banyak diminati para investor. Salah satunya dari Korea Selatan. Ia menyebut bahwa investor Korea Selatan cocok dengan kultur dan kinerja di Jawa Tengah. "Nah ini mereka melihat Jateng seksi banget untuk mereka berinvestasi. Maka insentif-insentif ini yang perlu didorong," ucapnya.

    Dalam hal tata ruang di Brebes, Ganjar mengatakan akan berkoordinasi langsung dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang. "Kami hitung dari daya dukung lingkungan, teknik administratif maka kita akan dorong."

    Selain 3 hal tersebut, Ganjar juga meminta dukungan pemerintah pusat terhadap produk makanan minuman, tekstil, dan furniture. "Kita mau Jateng jadi pusat furniture Indonesia. Pak Presiden sangat paham kalau soal itu. Maka tadi kita dorong yang ini ini kami mohon minta dukungan, beliau tunjuk satu dua tiga empat, mudah-mudahan ini bisa jalan," ujarnya.

    Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah pusat akan mengusulkan kerja sama Pelindo dengan Swasta untuk perluasan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan kawasan industri Kendal.

    Sedangkan untuk permintaan Ganjar Pranowo mengenai pariwisata di Borobudur, Bambang mengatakan akan membangun konektivitas dengan menggunakan APBN. "Misalkan dari Bandara Kulonprogo ke Borobudur, tapi ada juga jalan tol yang dikerjakan, Bawen ke Yogya maupun Yogya ke Solo," kata Bambang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.