Pemerintah Cek Dampak Gempa di Kawasan 3A Pariwisata Ternate

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi gempa di Ternate yang berkekuatan 4.5 Sr. twitter.com

    Lokasi gempa di Ternate yang berkekuatan 4.5 Sr. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata tengah melakukan pengecekan terhadap kemungkinan adanya kerusakan di daerah terdampak gempa di Ternate, khususnya di kantong-kantong pariwisata. Pengecekan dilakukan mulai Senin pagi, 8 Juli 2019. 

    Baca: ADB Siap Beri Utang USD 1 Miliar untuk Rehabilitasi Korban Gempa

    "Asisten deputi terkait saat ini akan mengecek dampak gempa khususnya di 3A pariwisata," ujar Ketua Tim Tourism Crisis Center atau TCC Guntur Sakti saat dihubungi Tempo pada Senin, 8 Juli 2019.

    3A yang ia maksud meliputi kawasan atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. 
    Atraksi ialah produk wisata suatu tempat, yang di dalamnya terdapat destinasi alam, budaya, dan buatan. 

    Sementara itu, aksesibilitas berhubungan dengan infrastruktur jalan hingga transportasi yang menghubungkan wisatawan menuju tujuan destinasi. Sedangkan amenitas merupakan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, seperti hotel, rumah makan, dll.

    Menurut Guntur, selain melakukan pengecekan, kementeriannya juga bakal melaksanakan rapat koordinasi. Adapun sesaat setelah gempa, tim TCC telah melakukan kontak dengan instansi kebencanaan. Guntur belum membeberkan penjelasan terkait adanya kerusakan di kawasan wisata terdampak di titik gempa. 

    Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi sebelumnya menyatakan gempa terjadi di Ternate dengan kekuatan magnitudo 7,0. Gempa yang berpusat di barat daya Ternate mengguncang pada Ahad, 7 Juli 2019, pukul 22.08 WIB. Gempa ini sempat berpotensi tsunami, namun peringatan tersebut telah dicabut oleh BMKG. 

    Baca: Bank Mandiri Tunda Tagih Kredit kepada Korban Bencana Gempa

    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyatakan terjadi sejumlah gempa susulan setelah gempa mengguncang. "Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam, telah terjadi 8 kali gempa susulan yang tercatat dengan magnitudo 3,5 sampa 4,9," katanya lewat keterangan pers yang dikeluarkan BMKG.

    JULI HANTORO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.