Usai Gempa, Bandara Ternate Beroperasi Normal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi gempa di Ternate yang berkekuatan 4.5 Sr. twitter.com

    Lokasi gempa di Ternate yang berkekuatan 4.5 Sr. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti memastikan operasional Bandara Sultan Babullah Ternate berjalan normal usai gempa yang terjadi pada Ahad petang, 7 Juli 2019. Polana menyatakan tidak terjadi kerusakan pada fasilitas di kawasan bandara sehingga jadwal penerbangan tak terganggu. 

    Baca: ADB Siap Beri Utang USD 1 Miliar untuk Rehabilitasi Korban Gempa

    "Fasilitas bandara, navigasi, dan penerbangan aman kok. Operasional berjalan normal," kata Polana melalui pesan pendek kepada Tempo, Senin, 8 Juli 2019. 

    Saat ini, menurut Polana, jadwal penerbangan di Bandara Sultan Babullah Ternate juga berlangsung seperti biasa. Artinya, tak terjadi perubahan jadwal atau penundaan penerbangan. 

    Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi sebelumnya menyatakan gempa terjadi di Ternate dengan kekuatan magnitudo 7,0. Gempa yang berpusat di barat daya Ternate mengguncang pada Ahad, 7 Juli 2019, pukul 22.08 WIB. Gempa ini sempat berpotensi tsunami. 

    Menurut BMKG, wilayah yang berpotensi tsunami tersebut ialah Kota Bitung dengan status Siaga, Halmahera, Maluku Utara (waspada), Kota Ternate (waspada), Kota Tidore (waspada), Minahasa Bagian selatan (waspada), Kota Tidore (waspada), Minahasa Utara bagian Selatan (waspada), Minahasa Selatan bagian Selatan (Wlwaspada), dan Bolaangmongondow bagian selatan (waspada).

    Namun, BMKG telah mencabut peringatan tsunami. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan terjadi sejumlah gempa susulan setelah gempa utama mengguncang. 

    Baca: Bank Mandiri Tunda Tagih Kredit kepada Korban Bencana Gempa

    "Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam, telah terjadi 8 kali gempa susulan yang tercatat dengan magnitudo 3,5 sampa 4,9," katanya lewat keterangan pers yang dikeluarkan BMKG.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.