Di Mana Tempat yang Tepat Memulai Bisnis Franchise?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pebisnis sukses atau orang kaya. freepik.com

    Ilustrasi pebisnis sukses atau orang kaya. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilihan tempat menjadi salah satu hal yang  penting dalam pengembangan bisnis waralaba. Oleh karena itu, konsultan bisnis franchise Djoko Kurniawan mengingatkan agar menyesuaikan lokasi bisnis dengan rencana bisnis.

    BACA: Ragam Harga Waralaba di Pameran IFRA 2019

    "Tidak melulu bisnis jalan di kota besar," ujar Djoko di pameran waralaba bertajuk International Franchise License and Business Concept Expo and Conference di Jakarta Convention Center, Minggu, 7 Juni 2019.

    Malahan, Djoko mengatakan ada saja bisnis yang berhasil di kecamatan atau kabupaten, tapi tidak bisa berhasil saat masuk ke kota. "Misalnya juga ada pemain ayam yang kalau masuk Jakarta susah, tapi mereka besar di daerah Pantura, itu sudah benar," kata dia.

    BACA: 4 Waralaba Asal Indonesia Ini Sudah Go International, Apa Saja?

    Untuk itu, Djoko mengatakan sebaiknya para calon pebisnis mengetahui terlebih dahulu karakter bisnis yang akan didirikannya. Baru menentukan lokasi yang tepat. Yang terpenting, ujar dia, bisnis itu bisa diterima dan menguasai pasar di lokasi tersebut dulu, baru berekspansi lebih besar. "Jadi menang dulu misalnya di kota kecil, baru ditarik ke nasional."

    Selanjutnya, ia mengatakan bahwa pola pikir harus memiliki tempat terlebih dahulu sebelum membuat usaha adalah hal yang salah. Djoko menilai model bisnis dan passion justru adalah hal yang utama untuk memulai usaha. Buktinya, saat ini banyak rumah toko yang menganggur dan tidak dikaryakan. "Jadi bisnis tidak melulu soal duit."

    Di samping itu para calon pebisnis harus memperhatikan besar modal yang disiapkan. Hal tersebut akan menentukan seberapa besar bisnis franchise yang bisa dibeli. Namun, ia menyarankan agar tidak berbisnis franchise bila terlalu kecil modalnya. "Kalau kecil banget seperti franchise teh, saya saran jangan. Ngapain. Lebih baik duit franchise jadikan empat booth langsung jadi," tuturnya.

    Tip pamungkas dari Djoko adalah agar calon pebisnis siap kehilangan duitnya ketika sudah memutuskan bisnis franchise. Misalnya, ketika modal yang disiapkan Rp 10 juta, maka ia harus siap duit itu tak kembali. "Kalau enggak rela jangan, bisnis itu berbicara risiko."

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.