AP I Pastikan Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Ngurah Rai

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Ngurah Rai memantau alat pemindai suhu tubuh masal untuk mengantisipasi penumpang yang sakit di Bandara Internasional Ngurah Rai, Kuta, Bali, Kamis, 16 Mei 2019. Johannes P. Christo

    Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Ngurah Rai memantau alat pemindai suhu tubuh masal untuk mengantisipasi penumpang yang sakit di Bandara Internasional Ngurah Rai, Kuta, Bali, Kamis, 16 Mei 2019. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Angkasa Pura 1 (Persero) memastikan pembangunan perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sepanjang 400 meter akan dimulai pada 2019. Saat ini proses pengerjaan fisik masih menunggu proses pengurusan perizinan. Rencananya perpanjangan dilakukan di sisi barat landasan.

    BACA: Sopir Damri Bandara Mogok, Menhub: Zona Nyamannya Terganggu

    Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP 1 Devy Suradji menegaskan jika tidak mulai dibangun tahun ini, maka pada 2020 Bali tidak dapat meningkatkan kunjungan wisman.

    "Kalau tidak terbangun, kapasitas tambahan tidak ada. Kalau tidak ada pergerakan tambahan pesawat, maka wisman tidak bisa tambah," ujarnya ditemui di Nusa Dua, Jumat, 5 Juli 2019.

    Menurutnya, perpanjangan landasan pacu di Ngurah Rai sudah sangat mendesak. Opsi membangun landasan pacu baru sudah tidak mungkin dilakukan karena pertimbangan lingkungan dan pariwisata sekitar.

    Dia mengungkapkan perpanjangan dari 3.000 meter menjadi 3.400 meter akan membuat bandara ini dapat menampung pesawat tipe Boeing 777.

    BACA: Layanan Bus Bandara Terganggu Sopir Mogok Kerja, Damri Minta Maaf

    Sekarang ini tipe tersebut belum bisa full load jika ke Ngurah Rai. Dengan kapasitas full load, maka maskapai tidak hanya bisa menambah penumpang saja tetapi juga kargo dapat terangkat. Selain perpangan runway, AP 1 secara simultan juga akan membuat rapid taxi way untuk memperlancar arus pergerakan pesawat di darat.

    Menurutnya, permintaan slot di Ngurah Rai bergerak naik terus. Terutama maskapai internasional yang sudah memiliki rute penerbangan ke Bali. Devy mencontohkan, maskapai dari Australia dan Cina paling banyak menanyakan rencana penambahan slot.

    Hal itu dikarenakan kapasitas slot yang saat ini tersedia sudah penuh. Kondisi tersebut juga menyebabkan slot penerbangan di Bali dapat dikategorikan peak time untuk semua jadwal.

    "Air Asia, Qantas [minta tambah], yang jelas LCC seperti Jetstar terus minta dan airlines China juga minta. Kemarin ada China working grup mereka sudah tanya. China kalau diturutin dari semua kota mau minta semua ke Bali," tuturnya.

    Berdasarkan data Bandara I Gusti Ngurah Rai pada periode Januari-Mei 2019, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 2.383.998 orang. Jumlah ini mengindikasikan terdapat pertumbuhan sebesar 2% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.